Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serangan Membabi Buta ODGJ di Purwakarta, 13 Orang Jadi Korban Pembacokan

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:54 WIB
Bagikan:
Serangan Membabi Buta ODGJ di Purwakarta, 13 Orang Jadi Korban Pembacokan
PERAWATAN MEDIS: ‎Korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh ODGJ berinisial DS di Desa Cimara Hilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, sedang menjalani perawatan medis di RSUD Bayu Asih, Minggu (16/11/2025). Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Seorang pria berinisial DS (29) yang diduga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tiba-tiba menyerang warga secara brutal dan membabi buta di Desa Cirama Hilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Ahad (16/11/2025) sore.

"Tiba-tiba datang, langsung nebas," kata Indi (61) mengingat kembali detik-detik dirinya dibacok.

‎Indi adalah salah satu dari 13 korban yang diserang secara brutal oleh DS. Serangan itu terjadi cepat, acak, dan tanpa peringatan.

‎Beberapa warga bahkan diserang saat hanya duduk santai. Ada juga yang tengah berjalan pulang. Bahkan, seorang anak yang sedang bermain di jalan pun menjadi korban.

‎Indi bercerita, saat itu ia sedang duduk santai di pos ronda bersama istrinya. Tidak ada firasat apa-apa, hingga pelaku pun tiba-tiba muncul dan langsung mengayunkan golok yang dipegangnya.

‎"Awalnya saya duduk di pos ronda. Tiba-tiba datang dia (DS), langsung nebas," kata Indi kepada wartawan saat ditemui di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Senin (17/11/2025).

‎Indi sempat melihat pelaku membawa golok, namun tak sempat bergerak.

‎"Sempat berhadapan, tapi enggak sempat melawan. Langsung koleng, terus pingsan," ujarnya.

‎Lokasi rumah pelaku tak jauh dari pos ronda. Indi menyebut pelaku sudah lama dikenal sebagai ODGJ di lingkungan tersebut. ‎

"Sudah lama (ODGJ). Goloknya katanya didapat dari rumahnya," ucapnya.

‎Korban lain, Nia (35), masih merasa syok ketika menceritakan kejadian yang menimpanya. Ia dibacok ketika baru melangkahkan kaki keluar dari gang.

‎"Pas saya lagi keluar dari gang, tiba-tiba langsung ngebacok," kata Nia.

‎Golok menghantam bahu dan tangannya. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit karena panik, namun darah langsung mengucur deras.

‎"Awalnya enggak kerasa. Lama-lama tangan enggak bisa digerakin, darah ngucur," ujar Nia.

‎Warga pun mengejar pelaku, sebagian lagi menolong Nia dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

‎"Langsung dipegangin tangannya, disuruh ke puskesmas. Saya engga lari, langsung ditolong," ucapnya.

Sesaat setelah kejadian, ‎Puskesmas Maniis pun menerima banyak laporan soal korban luka bacok di hari kejadian.

Petugas medis, Gani, menyebutkan total ada 13 korban, dengan lima luka berat, termasuk seorang anak kecil yang dirujuk ke RSUD Cianjur.

‎Ia menyebutkan, korban mengalami luka di kepala, leher, bahu, dan tangan. Sebagian harus menjalani pemeriksaan rontgen karena dikhawatirkan mengalami retak tulang dan kerusakan pembuluh darah.

‎Hasil penelusuran sementara menyebutkan bahwa pelaku DS adalah pasien gangguan jiwa yang sudah lama menjalani pengobatan dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

‎Pelaku diduga kambuh, kemudian keluar rumah membawa golok yang biasa dipakai untuk membantu orang tuanya berkebun.

‎Polisi bersama pemerintah desa langsung mengamankan lokasi dan memeriksa keterangan para saksi. Terduga pelaku pun telah diamankan warga dan langsung diserahkan ke Mapolsek Maniis.

Dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kapolres Purwakarta, AKBP Dewa Putu Gede Anom Danujaya, mengatakan, pelaku memang mempunyai riwayat gangguan kesehatan jiwa.

"Saat ini sudah kami amankan dan sedang menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat di Cisarua, Bandung Barat," kata Anom saat meninjau para korban di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

‎Empat korban yang dirawat di RSUD Batu Asih mengalami luka berat akibat serangan menggunakan senjata golok yang diduga dilakukan seorang ODGJ, Deni Supriyani (29).

‎"Di sini terdapat empat korban yang mengalami kekerasan menggunakan senjata golok. Semua dalam kondisi sadar dan sedang mendapatkan perawatan," ujar Anom.

‎Penanganan terhadap pelaku, sambungnya, melibatkan Polres Purwakarta, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintah Desa, hingga Puskesmas setempat.

‎Pihaknya pun masih mendalami rangkaian kejadian. Akan tetapi, informasi awal menyebutkan peristiwa bermula saat pelaku terlibat cekcok dengan orang tuanya di rumah.

‎"Informasi sementara diawali cekcok dengan orang tuanya. Setelah keluar rumah, pelaku melakukan kekerasan dengan menggunakan senjata golok kepada siapa pun yang ditemuinya," ucapnya.

‎Ia mengatakan, golok yang digunakan untuk menyerang warga diduga dibawa langsung dari rumah pelaku.

‎"Iya, goloknya dibawa dari rumah, sudah kami amankan," ucapnya.

‎Keempat korban yang dirawat di RSUD Bayu Asih mengalami luka pada bagian kepala, leher, tangan, dan bahu. Sementara satu korban anak dirujuk ke Cianjur karena mengalami luka yang lebih serius.

‎"Korban sedang dalam penanganan medis dan dalam keadaan sadar. Untuk detail lukanya nanti kita informasikan," katanya.(add/ysp)


ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Berita Terbaru

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle48 menit lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional11 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang11 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang12 jam lalu
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang12 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional13 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang14 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional15 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle15 jam lalu