Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sisi Lain Kenaikan Harga Beras, Petani Juga Perlu Sejahtera

H
HubaEditor: Huba
|08:07 WIB
Bagikan:
Sisi Lain Kenaikan Harga Beras, Petani Juga Perlu Sejahtera
MONITORING: Ketua KTNA Jabar, Otong Wiranta saat monitoring lahan pesawahan di Kabupaten Subang. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG- Harga beras di pasaran saat ini masih mengalami lonjakan harga hingga Rp 15.000 per kilogram. Ini membuat masyarakat khususnya Kabupaten Subang merasa kesulitan membeli beras, karena harganya yang cukup mahal. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, Otong Wiranta menyebut, melonjaknya harga beras dipengaruhi oleh suplai yang kurang karena area pertanaman belum mulai panen. 

"Kenapa belum panen, itu dikarenakan musim tanam musin hujan 2024 ini mundur satu bulan dari biasanya," terangnya aat dihubungi Pasundan Ekspres, Rabu (28/2). 

Menurutnya, saat ini peran pemerintah sangat penting dan diharapkan pemerintah mampu menjaga stabilitas harga beras untuk tetap terjangkau melalui operasi pasar serta kegiatan lainnya. 

Namun, ungkap Otong, jangan hanya melihat dari satu sisi harga beras itu mahal atau murah tapi lihat juga dari sisi petani yang susah payah menanam padi dan juga harus mendapatkan kesejahteraan dari pemerintah. 

"Mestinya kita melihatnya jangan dari sisi mahal atau murah, yang penting itu harga bisa terjangkau oleh pembeli yaitu masyarakat umum. Kalau harus murah terus kasihan dong petani," ungkapnya. 

Selain itu, harga sarana dan prasarana produksi saat ini terus naik seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja, alsintan dan lainnya. Jika tidak diperhatikan soal keseluruhannya, kata Otong kapan petani bisa menikmati hasil panennya. 

"Kalau harga gabah hasil taninya harus murah terus kapan peatani bisa menikmati hasil panennya dan bisa mendekati sejahtera?" tanyanya. 

Otong menjelaskan, saat ini harga gabah mencapai Rp7.500 sampai Rp8.000 per kilogram. Namun dengan beriiring waktu nanti saat panen raya harga gabah otomatis akan turun dengan sendirinya. 

"Tetapi petani berharap harga tidak sampai turun drastis, harapannya Rp6500-Rp7000 per kilogram. Dulu kalau panen raya musim hujan sampe di bawah Rp4000 per kilogram, kalau harganya di sekitaran Rp6500-Rp7000 petani menikmati hasil panennya, sehingga diharapkan kesejahteraan petani bisa meningkat," jelasnya. 

Selain itu, harga beras naik dipengaruhi juga oleh musim tanam mundur karena dampak El-Nino tahun lalu yang mengakibatkan tidak terjadinya hujan dan suplai air irigasi tidak mencukupi. 

Kemudian, lanjut Otong, pupuk juga menjadi pengaruh karena pupuk merupakan salah satu komponen sarana produksi untuk budidaya. 

"Jika pemerintah tidak memenuhi subsidi pupuk sesuai kebutuhan petani, maka sebagian petani akan menggunakan pupuk non subsidi yang harganya bisa tiga hingga empat  kali lipat dari pupuk subsidi," pungkasnya.(cdp/ysp) 

Berita Terbaru

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle46 menit lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional11 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang11 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang12 jam lalu
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang12 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional13 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang14 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional15 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle15 jam lalu