Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Teka-teki Kematian Pejabat BKAD, Polisi Purwakarta Masih Tunggu Hasil Autopsi

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|09:26 WIB
Bagikan:
Teka-teki Kematian Pejabat BKAD, Polisi Purwakarta Masih Tunggu Hasil Autopsi

PASUNDANEKSPRES.ID - Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Ahad malam (14/6/2026).

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menyampaikan berdasarkan keterangan saksi, kata Made, sekitar pukul 16.00 WIB istri korban bersama anak dan mertuanya meninggalkan rumah untuk menghadiri wisuda di Hotel Harper Purwakarta dan kembali sekitar pukul 19.30 WIB. Akan tetapi, saat tiba di rumah, kondisi rumah dalam keadaan terkunci dan seluruh lampu padam.

"Istri korban sempat menggedor pintu depan dan memeriksa bagian belakang rumah, namun seluruh akses masih terkunci dari dalam," kata Made saat ditemui wartawan di Mapolres Purwakarta, Senin (15/6/2026) sore.

Karena tidak mendapat respons, lanjut Made, istri korban kemudian masuk ke dalam rumah melalui jendela yang dicongkel. Saat menuju kamar, ia mendapati ceceran darah di depan pintu.

"Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar," ujarnya.

Ia mengatakan, Tim Inafis dari Satreskrim Polres Purwakarta yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, lanjutnya, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kematian korban, di antaranya sebuah tangga, dua potong kabel yang telah terputus, serta sebuah ikat pinggang.

Made menyebutkan, barang-barang tersebut ditemukan di sekitar kamar korban dan diduga sempat digunakan dalam upaya gantung diri, namun polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

"Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana," ucap Made.

Selain itu, polisi tidak menemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga di lokasi kejadian. Dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas korban masih berada di tempat.

"Hingga saat ini kami belum menemukan indikasi perampokan maupun tanda-tanda perkelahian di dalam rumah. Meski demikian, hasil visum sementara menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban," katanya.

Made mengungkapkan, korban mengalami tiga luka tusukan di bagian leher serta satu luka robek pada bagian dada atau ulu hati. Selain itu, ditemukan pula bekas jeratan pada leher, memar di lutut dan pergelangan kaki.

"Hasil visum luar menunjukkan ada tiga luka tusuk di leher, satu luka robek di bagian ulu hati, bekas jeratan di leher, serta beberapa memar pada tubuh korban," ucapnya.

Made mengatakan, polisi juga telah mengamankan sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10 hingga 15 sentimeter yang ditemukan di lokasi.

Saat ini penyidik masih mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam korban guna mengungkap motif maupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Adapun istri korban yang menjadi saksi utama, kata Made, belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami syok berat.

"Kami sudah melakukan otopsi. Hasilnya masih menunggu dari tim kedokteran forensik. Nanti hasil otopsi akan kami sinkronkan dengan hasil penyelidikan dan keterangan saksi untuk menentukan penyebab pasti kematian korban," ujar Made.

Keluarga Ragukan Korban Bunuh Diri

Sementara itu, pihak keluarga korban menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang membuat mereka meragukan dugaan awal bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

Perwakilan keluarga korban, Eka Yusuf mengatakan, keluarga menemukan banyak luka pada tubuh korban yang menurutnya perlu dijelaskan secara rinci melalui hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian.

"Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini seterang-terangnya," ucap Eka saat ditemui di rumah duka Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Masih Menunggu Hasil Autopsi

Menurutnya, hingga kini keluarga masih menunggu penjelasan resmi terkait hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap jenazah korban.

"Kami belum menerima hasil resminya. Kalau memang ada luka-luka seperti yang disampaikan, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada yang ditutupi," kata Eka.

Ia mengaku pihak keluarga sulit mempercayai isu yang berkembang bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri. Menurut dia, Yogi dikenal sebagai sosok yang religius dan aktif beribadah.

"Kalau ada yang mengatakan bunuh diri karena depresi, saya pribadi sulit percaya. Kakak saya orang yang religius, rajin beribadah," ujarnya.

Keluarga juga meminta dukungan pemerintah daerah agar kasus tersebut mendapat perhatian serius. Eka berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian korban dan menemukan pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti terjadi tindak pidana.

"Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kalau memang ada pelaku, harus ditangkap. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kejelasan," katanya.

Eka juga mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan persoalan pekerjaan kepada istrinya, meski ia mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang dimaksud.

"Saya hanya mendengar ada keluhan terkait pekerjaan. Detailnya saya tidak tahu, mungkin istrinya yang lebih mengetahui," ujarnya.(add/ysp)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini5 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat7 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta7 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta7 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang8 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline8 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline9 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline9 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle10 jam lalu