Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Terlihat Sejak 1937, Tikus Berbulu Emas Ditemukan Kembali di Afrika

N
Nanda YuanitaEditor: Indrawan Setiadi
|10:58 WIB
Bagikan:
Tak Terlihat Sejak 1937, Tikus Berbulu Emas Ditemukan Kembali di Afrika
Tikus tanah berbulu emas De Winton ditemukan kembali pada 2023 melalui pelacakan DNA lingkungan setelah tidak terlihat sejak 1937. (The Animal Rescue Site)

PASUNDAN EKSPRES - Tikus berbulu emas ditemukan kembali di Afrika Selatan. Tikus tanah berbulu emas De Winton tersebut ditemukan oleh peneliti di bukit pasir Afrika Selatan. 

Tikus ini merupakan hewan mungil yang selama hampir delapan dekade dianggap telah lenyap dari peradaban, namun kini menunjukkan eksistensinya kembali. 

Melansir dari JawaPos, terakhir kali tikus berbulu emas ini ditemukan pada tahun 1937. Saat ditemukan, tikus ini muncul di pantai berpasir di Afrika Selatan, dikelilingi oleh semak belukar.

Dilansir dari Scientificamerican.com, tikus tanah emas  menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah. Sehingga keberadaannya sulit jarang terlihat oleh manusia.

Terkadang, beberapa spesies muncul ke permukaan untuk mencari makan serangga pada malam hari.

Bahkan, dalam kebanyakan kasus, satu-satunya tanda aktivitas tikus tanah emas adalah tonjolan di permukaan tanah, menunjukkan adanya terowongan dangkal di bawahnya.

Untuk spesies yang hidup di pasir, seperti tikus tanah berbulu emas De Winton (Cryptochloris wintoni), punggung bukit ini bahkan sulit ditemukan karena terowongan bawah permukaan dapat runtuh di pasir yang lembut.

Tikus tanah berbulu emas De Winton sangat terpengaruh oleh aktivitas penambangan berlian dan mineral di pantai barat Afrika Selatan.

Keberhasilan penemuan ini tak lepas dari penerapan teknik ekstraksi DNA lingkungan (eDNA). Hal ini diperlukan karena tikus tanah ini memiliki kebiasaan berenang di dalam pasir keemasan, membuatnya sulit dijangkau oleh para peneliti.

Para ahli menggunakan analisis 100 sampel tanah untuk mengidentifikasi keberadaan spesies langka ini. Proses ekstraksi DNA, yang tentunya tidak mudah, menuntut keahlian dan teknik yang matang agar menghasilkan hasil positif.

Selain penemuan tikus tanah berbulu emas De Winton yang dianggap hilang, peneliti juga berhasil menemukan dua jenis tikus tanah emas lainnya, yaitu tikus tanah emas Cape dan tikus tanah emas Grant. Keberhasilan penelitian juga membawa penemuan tikus tanah emas Van Zyl, yang kini berstatus terancam punah.

Melalui penemuan ini, diharapkan terbuka jalan besar untuk mendeteksi eDNA dalam upaya melindungi dan mengembalikan spesies yang telah hilang atau yang tengah menghadapi risiko kepunahan. Ini menandai langkah positif dalam upaya konservasi dan penelitian untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Berita Terbaru

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Subang3 jam lalu
Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Subang3 jam lalu
Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Karawang3 jam lalu
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional6 jam lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle6 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle7 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle7 jam lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional8 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline8 jam lalu