Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemarau Melanda, Anggota DPRD Jabar Andhika Dorong Percepatan Penanganan Krisis Air Bersih di Jabar

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|19:37 WIB
Bagikan:
Kemarau Melanda, Anggota DPRD Jabar Andhika Dorong Percepatan Penanganan Krisis Air Bersih di Jabar
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, mendorong pemerintah daerah mempercepat langkah penanganan agar masyarakat yang terdampak kekeringan tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BANDUNG - Memasuki puncak musim kemarau Agustus 2026, persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Jawa Barat.  Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, mendorong pemerintah daerah mempercepat langkah penanganan agar masyarakat yang terdampak kekeringan tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus, sementara sebagian wilayah masih berpotensi mengalami kondisi kering hingga September. BMKG juga menyebut musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dari kondisi normal.

Andhika mengatakan, persoalan air bersih tidak boleh hanya ditangani setelah masyarakat mengalami krisis. Pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif dengan memetakan wilayah yang rawan kekeringan dan menyiapkan skema distribusi air sebelum kondisi semakin parah.

“Jangan sampai masyarakat menunggu sampai sumber air benar-benar kering baru kemudian dilakukan penanganan. Pemerintah harus bergerak lebih cepat, terutama di daerah yang memang setiap tahun menjadi wilayah rawan kekeringan,” ujar Andhika pada Rabu (19/8/2026). 

Menurutnya, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki memang penting sebagai langkah tanggap darurat. Namun, upaya tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur sumber daya air, termasuk pembangunan dan optimalisasi sumur bor, embung, jaringan perpipaan, serta sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Persoalan tersebut bukan sekadar ancaman. Sejumlah daerah di Jawa Barat telah mengalami dampak kekeringan. BNPB pada awal Juli 2026, misalnya, mencatat kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya berdampak terhadap 850 kepala keluarga di Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir. Kabupaten Ciamis juga melaporkan kekeringan yang berdampak terhadap 123 kepala keluarga atau 310 jiwa.

Sementara itu, laporan BNPB pada 22 Juli mencatat kekeringan di Kabupaten Bogor masih berdampak terhadap 16.291 kepala keluarga atau 52.602 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekurangan air bersih di Jawa Barat membutuhkan respons lintas sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan penanganan di tingkat desa atau kecamatan.

Andhika menilai pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPBD, PDAM, hingga pemerintah desa perlu memperkuat koordinasi. Data mengenai titik-titik rawan kekeringan harus diperbarui secara berkala sehingga bantuan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan dan tingkat urgensi di lapangan.

“Yang paling penting adalah data dan koordinasi. Kita harus tahu wilayah mana yang sudah mengalami kekurangan air, wilayah mana yang berpotensi terdampak, berapa jumlah masyarakatnya, kemudian kebutuhan airnya seperti apa. Dengan begitu, penanganannya bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketersediaan sumber air dengan menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi kemarau panjang harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya air.

Selain kebutuhan rumah tangga, Andhika mengingatkan bahwa kekeringan juga berpotensi berdampak terhadap sektor pertanian, peternakan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penanganan krisis air bersih harus dilakukan secara terpadu agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Andhika berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek berupa pengiriman air bersih, tetapi mulai mempercepat pembangunan sistem penyediaan air yang lebih permanen di daerah rawan kekeringan.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Negara harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Penanganannya harus cepat untuk kondisi darurat, tetapi pembangunan infrastrukturnya juga harus dipikirkan untuk jangka panjang,” tegasnya.

Diprediksi puncak kemarau yang berlangsung pada Agustus dan potensi kondisi kering yang masih berlanjut, Andhika meminta seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan. Ia menilai langkah cepat, koordinasi dan pembangunan infrastruktur air menjadi kunci agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh dampak musim kemarau 2026.(hdi) 

Hadi Martadinata/Pasundan Ekspre

Berita Terbaru

Kisah WNI Dipenjara di Malaysia Gegara Puntung Rokok, Berawal dari Denda RM1.000

Kisah WNI Dipenjara di Malaysia Gegara Puntung Rokok, Berawal dari Denda RM1.000

Nasional1 jam lalu
Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Total 26 Hari, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027 beserta Link SKB 3 Menteri

Nasional1 jam lalu
Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang1 jam lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat2 jam lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang2 jam lalu
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga2 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional3 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional3 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang3 jam lalu