Lebih dari 50% Pinjol di Jabar Ilegal, Ini Alasan Susi Pudjiastuti Ingin Memberantasnya

PASUNDAN EKSPRES.ID - Baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB, Susi Pudjiastuti langsung menyampaikan gebrakan.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menargetkan bank daerah milik Pemprov Jawa Barat untuk memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.
Alasa Susi Pudjiastuti Berantas Pinjol
Menurut Susi Pudjiastuti, alasan utamanya adalah karena praktik pinjol ilegal sudah terlalu merajalela dan sangat merugikan masyarakat kecil di Jawa Barat. Ia bahkan menyebut fakta mencengangkan bahwa lebih dari separuh aktivitas pinjaman online di provinsi tersebut diduga berasal dari pinjol ilegal.
"Pinjol ini sudah terlalu jauh. Mereka membebani masyarakat menengah ke bawah dengan bunga yang sangat tinggi," ujar Susi, seperti dikutip dari pernyataannya pasca-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB Tahun Buku 2025 di Gedung Pakuan, Bandung.
Susi Pudjiastuti menilai pinjol ilegal tidak hanya membebani perekonomian rakyat, tetapi juga berpotensi merusak stabilitas keuangan daerah. Banyak warga yang terjerat utang dengan bunga mencekik, sehingga sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.
Oleh karena itu, ia mendorong Bank BJB untuk mengambil peran aktif sebagai solusi nyata. Bank BJB diminta menawarkan skema kredit yang lebih manusiawi, dengan bunga rendah dan sistem yang benar-benar berpihak kepada rakyat, khususnya pelaku UMKM.
"Dengan begitu, bank daerah bisa menjadi penyelamat masyarakat, bukan sekadar lembaga keuangan biasa. Kita harus mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap lembaga keuangan formal," tegas Susi.
Susi mengaku tertantang dengan tugas baru ini. Ia ingin membuktikan bahwa Bank BJB mampu menekan dominasi pinjol ilegal sekaligus membantu perekonomian masyarakat Jawa Barat melalui akses kredit yang lebih mudah dan terjangkau.
Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komut Independen Bank BJB sendiri merupakan keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang langsung menuai perhatian publik.
Karena dianggap sebagai langkah berani untuk membawa perubahan signifikan di tubuh bank daerah.
