Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Lebih dari 50% Pinjol di Jabar Ilegal, Ini Alasan Susi Pudjiastuti Ingin Memberantasnya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|10:30 WIB
Bagikan:
Lebih dari 50% Pinjol di Jabar Ilegal, Ini Alasan Susi Pudjiastuti Ingin Memberantasnya
Lebih dari 50% Pinjol di Jabar Ilegal, Ini Alasan Susi Pudjiastuti Ingin Memberantasnya

PASUNDAN EKSPRES.ID - Baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB, Susi Pudjiastuti langsung menyampaikan gebrakan.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menargetkan bank daerah milik Pemprov Jawa Barat untuk memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.

Alasa Susi Pudjiastuti Berantas Pinjol

Menurut Susi Pudjiastuti, alasan utamanya adalah karena praktik pinjol ilegal sudah terlalu merajalela dan sangat merugikan masyarakat kecil di Jawa Barat. Ia bahkan menyebut fakta mencengangkan bahwa lebih dari separuh aktivitas pinjaman online di provinsi tersebut diduga berasal dari pinjol ilegal.

"Pinjol ini sudah terlalu jauh. Mereka membebani masyarakat menengah ke bawah dengan bunga yang sangat tinggi," ujar Susi, seperti dikutip dari pernyataannya pasca-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB Tahun Buku 2025 di Gedung Pakuan, Bandung.

Susi Pudjiastuti menilai pinjol ilegal tidak hanya membebani perekonomian rakyat, tetapi juga berpotensi merusak stabilitas keuangan daerah. Banyak warga yang terjerat utang dengan bunga mencekik, sehingga sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.

Oleh karena itu, ia mendorong Bank BJB untuk mengambil peran aktif sebagai solusi nyata. Bank BJB diminta menawarkan skema kredit yang lebih manusiawi, dengan bunga rendah dan sistem yang benar-benar berpihak kepada rakyat, khususnya pelaku UMKM.

"Dengan begitu, bank daerah bisa menjadi penyelamat masyarakat, bukan sekadar lembaga keuangan biasa. Kita harus mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap lembaga keuangan formal," tegas Susi.

Susi mengaku tertantang dengan tugas baru ini. Ia ingin membuktikan bahwa Bank BJB mampu menekan dominasi pinjol ilegal sekaligus membantu perekonomian masyarakat Jawa Barat melalui akses kredit yang lebih mudah dan terjangkau.

Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komut Independen Bank BJB sendiri merupakan keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang langsung menuai perhatian publik.

Karena dianggap sebagai langkah berani untuk membawa perubahan signifikan di tubuh bank daerah.

Berita Terbaru

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Nasional8 menit lalu
Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle1 jam lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional12 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang12 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang12 jam lalu
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang13 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional14 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang15 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional15 jam lalu