Sopir Taksi Online Sumedang Di Temukan Meninggal Dunia Setelah 3 Hari Dinyatakan Hilang!

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kasus hilangnya seorang pengemudi atau sopir taksi online sumedang bernama Yogi Saparudin (35) berakhir tragis.
Yogi ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Penemuan jasad korban tersebut mengungkap dugaan tindak pidana yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.
Dalam penyelidikan awal, Polres Sumedang telah mengamankan dua orang berinisial AD (30) dan MIN (17) yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus kematian pengemudi transportasi daring tersebut.
Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak untuk mengungkap peristiwa itu secara menyeluruh.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Yogi sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah tidak dapat dihubungi.
Korban diketahui berprofesi sebagai pengemudi taksi online dan terakhir kali diketahui beraktivitas setelah diduga menerima pesanan perjalanan menuju kawasan galian di sekitar kaki Gunung Tampomas.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya kalangan pengemudi transportasi online yang setiap hari bekerja melayani penumpang dengan mobilitas tinggi dan menjangkau berbagai lokasi.
Berawal dari Laporan Kehilangan
Berdasarkan keterangan salah seorang rekan korban, Ari Prabawa (27), keluarga mulai khawatir karena Yogi tidak kunjung memberikan kabar pada Kamis (8/10/2026) malam.
Sekitar pukul 20.00 WIB, istri korban mulai mencari keberadaan Yogi karena komunikasi dengannya terputus.
Rekan-rekan sesama pengemudi taksi online juga berupaya mencari informasi untuk mengetahui lokasi terakhir korban.
Sebelum hilang kontak, Yogi diketahui sempat mengunggah status WhatsApp yang menunjukkan keberadaannya di kawasan galian.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi keluarga dan rekan-rekannya dalam melakukan pencarian.
Ari menyebut terdapat dugaan bahwa korban menerima pesanan perjalanan fiktif melalui aplikasi transportasi online.
Dugaan itu muncul setelah rekan-rekan korban mengamati adanya sejumlah pesanan yang diterima dan kemudian dibatalkan.
Meski demikian, dugaan mengenai pesanan fiktif tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab hilangnya korban.
Polisi masih perlu mengumpulkan bukti dan memeriksa berbagai keterangan untuk mengetahui apakah pesanan tersebut memiliki hubungan langsung dengan peristiwa yang menimpa Yogi.
Dalam situasi tersebut, keluarga dan rekan korban terus berupaya mencari keberadaannya.
Namun, pencarian itu akhirnya berujung pada kabar duka setelah jasad Yogi ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh di wilayah Sumedang Selatan.
Jasad Ditemukan Terkubur di Perkebunan Teh
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya membenarkan penemuan jasad Yogi di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
Menurut keterangan kepolisian, jasad korban ditemukan terkubur pada kedalaman sekitar satu meter.
Lokasi penemuan tersebut berada di kawasan perkebunan teh yang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Sumedang.
Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, guna menjalani autopsi.
Pemeriksaan medis tersebut diperlukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban.
Hasil autopsi akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan, terutama untuk mencocokkan temuan medis dengan keterangan saksi serta bukti lain yang dikumpulkan penyidik.
Polisi menduga kematian Yogi berkaitan dengan tindak pidana.
Namun, penyebab pasti kematian korban dan rangkaian kejadian sebelum jasadnya ditemukan masih dalam penyelidikan.
Hingga kini, kepolisian belum membeberkan secara terperinci bagaimana sopir taksi online sumedang tersebut meninggal dunia, kapan peristiwa tersebut terjadi, maupun motif yang melatarbelakanginya.
