Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa Itu Virus Nipah yang Kembali Mewabah? Kenali Penularan, Gejala, dan Risikonya

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|18:30 WIB
Bagikan:
Apa Itu Virus Nipah yang Kembali Mewabah? Kenali Penularan, Gejala, dan Risikonya
Ilustrasi: Virus Nipah yang kembali muncul. (Sumber: CEPI.net)

PASUNDANEKSPRES.ID - Apa itu virus Nipah yang akhir-akhir ini sedang ramai dan kembali lagi diperbincangkan? Isu ini mencuat setelah muncul laporan kembalinya wabah Nipah di Bangladesh.

Perkembangan tersebut menjadi alarm bagi banyak negara di Asia, termasuk Indonesia, karena virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan potensi penularan yang serius.

Keberadaan hewan pembawa serius, ditambah mobilitas manusia yang semakin padat, membuat kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Berikut pengertian virus Nipah menyeluruh, mulai dari asal-usul virus, cara penularan, hingga gejala dan langkah pencegahannya.

Apa itu Virus Nipah dan Bagaimana Cara Penularannya?

Virus Nipah (NiV) merupakan virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. 

Penyakit ini tergolong zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. 

Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropododidae diketahui sebagai inang alami virus Nipah.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi.

Penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran hewan pembawa virus.

Selain dari hewan, penularan antar manusia juga telah dilaporkan. Contonya, kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, seperti darah atau cairan pernapasan.

Gejala Infeksi dan Masa Inkubasi Virus Nipah

Menurut World Health Organization (WHO), masa inkubasi virus Nipah ini umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah paparan, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama.

Gejala awal infeksi sering menyerupai penyakit umum sehingga kerap tidak langsung terdeteksi seperti berikut:

  • Sesak napas
  • Demam
  • Kesulitan menelan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Muntah
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan

Pada fase lanjut, infeksi ini dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis.

Kondisi ini dapat menimbulkan kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, disorientasi, hingga perubahan suasana hati.

Dalam kasus berat, infeksi virus Nipah dapat berujung pada kematian.

Pemahaman tentang apa itu virus Nipah, disertai kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, dapat membantu menurunkan risiko penularan. 

Tetap waspada terhadap virus Nipah ini, ya!

(pm)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini55 menit lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat2 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta2 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta2 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang4 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline4 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline4 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline5 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle6 jam lalu