Apa Itu Virus Nipah yang Kembali Mewabah? Kenali Penularan, Gejala, dan Risikonya

PASUNDANEKSPRES.ID - Apa itu virus Nipah yang akhir-akhir ini sedang ramai dan kembali lagi diperbincangkan? Isu ini mencuat setelah muncul laporan kembalinya wabah Nipah di Bangladesh.
Perkembangan tersebut menjadi alarm bagi banyak negara di Asia, termasuk Indonesia, karena virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan potensi penularan yang serius.
Keberadaan hewan pembawa serius, ditambah mobilitas manusia yang semakin padat, membuat kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Berikut pengertian virus Nipah menyeluruh, mulai dari asal-usul virus, cara penularan, hingga gejala dan langkah pencegahannya.
Apa itu Virus Nipah dan Bagaimana Cara Penularannya?
Virus Nipah (NiV) merupakan virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.
Penyakit ini tergolong zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropododidae diketahui sebagai inang alami virus Nipah.
Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi.
Penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran hewan pembawa virus.
Selain dari hewan, penularan antar manusia juga telah dilaporkan. Contonya, kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, seperti darah atau cairan pernapasan.
Gejala Infeksi dan Masa Inkubasi Virus Nipah
Menurut World Health Organization (WHO), masa inkubasi virus Nipah ini umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah paparan, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama.
Gejala awal infeksi sering menyerupai penyakit umum sehingga kerap tidak langsung terdeteksi seperti berikut:
- Sesak napas
- Demam
- Kesulitan menelan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Muntah
- Batuk
- Sakit tenggorokan
Pada fase lanjut, infeksi ini dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis.
Kondisi ini dapat menimbulkan kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, disorientasi, hingga perubahan suasana hati.
Dalam kasus berat, infeksi virus Nipah dapat berujung pada kematian.
Pemahaman tentang apa itu virus Nipah, disertai kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, dapat membantu menurunkan risiko penularan.
Tetap waspada terhadap virus Nipah ini, ya!
(pm)
