Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ekonomi Indonesia 2024: Kenapa Kondisi Makin Lesu?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|17:15 WIB
Bagikan:
Ekonomi Indonesia 2024: Kenapa Kondisi Makin Lesu?
Ekonomi Indonesia 2024: Kenapa Kondisi Makin Lesu?

PASUNDAN EKSPRES- Kalian sadar nggak sih, sepanjang tahun 2024 ini rasanya ekonomi makin lesu

Mulai dari daya beli yang turun, dagangan sepi, sampai berita PHK di mana-mana.

Jujur aja, mungkin banyak dari kalian yang merasakan tabungan makin terkikis buat kebutuhan sehari-hari, kan?

Menurut laporan terbaru dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rata-rata saldo tabungan masyarakat turun drastis.

Dari yang sebelumnya mencapai Rp3 juta pada 2019, sekarang hanya Rp1,8 juta per April 2024. Artinya, ada penurunan 40% dalam 5 tahun!

Di sisi lain, tingkat pengangguran juga melonjak tajam di berbagai daerah, termasuk Jakarta yang penganggurannya naik 1000%, bahkan di Bangka Belitung mencapai 4000%. Ngeri banget kan?

Tapi anehnya, beberapa media justru melaporkan kalau ekonomi kita tumbuh 5,05% di tahun 2024.

Kok bisa gitu ya? Kalau kita teliti lebih dalam, pertumbuhan ini sebenarnya lebih karena peningkatan pengeluaran pemerintah seperti bantuan sosial (Bansos), bukan dari peningkatan konsumsi masyarakat.

Ini bikin pertumbuhan ekonomi terasa nggak seimbang karena banyak orang yang masih terpaksa menggerus tabungan buat bertahan hidup.

Sektor yang paling terdampak PHK massal tahun ini adalah industri padat karya, terutama tekstil.

Dari Januari sampai Juni 2024, ada 10 perusahaan besar yang melakukan PHK, dan 6 di antaranya bahkan menutup pabrik.

Akibatnya, puluhan ribu pekerja dan keluarganya ikut terdampak secara ekonomi.

Nah, masalah lainnya, Bansos yang diberikan pemerintah kebanyakan hanya menyentuh masyarakat yang paling rentan.

Sementara, kelas menengah justru terjepit. Mereka nggak cukup kuat secara ekonomi, tapi juga nggak berhak mendapatkan bantuan.

Banyak ekonom bilang, kelas menengah ini rentan jatuh atau “turun kelas”.

Tanda-tanda lain dari penurunan daya beli masyarakat bisa dilihat dari penjualan mobil yang juga turun drastis.

Kalau di 2023 penjualan bisa mencapai puluhan ribu unit per bulan, di 2024 ini turun banget.

Bahkan, pembelian produk kebutuhan pokok seperti sabun, mie instan, dan rokok juga ikut menurun.

Ini cukup mengkhawatirkan karena produk-produk ini biasanya nggak terlalu terpengaruh sama krisis ekonomi.

Selain itu, angka pengangguran di kalangan Gen Z juga bikin pusing. Data BPS menunjukkan hampir 10 juta Gen Z yang nggak punya pekerjaan atau sedang menempuh pendidikan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga nggak diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal, beda banget sama era kejayaan manufaktur di tahun 90-an.

So, gimana menurut kalian? Merasa terdampak juga sama situasi ini? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar.

Berita Terbaru

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang10 menit lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang30 menit lalu
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang50 menit lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional3 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle3 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta3 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat3 jam lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang4 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle4 jam lalu