Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Muslim, Haramkah?

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|13:45 WIB
Bagikan:
Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Muslim, Haramkah?
Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Muslim, Haramkah? (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Setiap 14 Februari, suasana media sosial dan ruang publik biasanya dipenuhi nuansa Valentine.

Bunga, cokelat, ucapan cinta, hingga ajakan makan malam romantis seolah menjadi hal yang lumrah. Bagi sebagian orang, Valentine dianggap sekadar hari untuk mengekspresikan kasih sayang.

Lalu, bagi seorang muslim, muncul pertanyaan seperti apa hukum merayakan Hari Valentine? Sebelum tahu jawabannya, kita simak sejarah Hari Valentine terlebih dahulu.

Sejarah Hari Valentine

Dilansir dari NU Online, Hari Valentine memiliki akar sejarah yang erat kaitannya dengan tradisi Nasrani. Nama “Valentine” berasal dari Santo Valentine, seorang pendeta Kristen yang hidup pada masa Kekaisaran Romawi.

Ia dikenal karena menentang kebijakan Kaisar Claudius II yang melarang pernikahan dan pertunangan.

Larangan tersebut diberlakukan karena pemerintah Romawi saat itu mengalami kesulitan merekrut pemuda sebagai tentara, sebab banyak pria enggan meninggalkan istri dan keluarga mereka untuk berperang.

Santo Valentine tetap menikahkan pasangan secara diam-diam sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan tersebut.

Akibat tindakannya, ia dijatuhi hukuman mati pada 14 Februari 270 M. Tanggal inilah yang kemudian diperingati oleh gereja sebagai Hari Valentine dan dijadikan simbol pengorbanan serta kasih sayang dalam tradisi Nasrani.

Penyebaran Budaya Valentine di Kalangan Muslim

Seiring perkembangan teknologi informasi dan globalisasi budaya, perayaan Valentine tidak lagi terbatas pada komunitas Nasrani.

Budaya ini menyebar luas dan dianggap sebagai tradisi universal. Akibatnya, tidak sedikit umat Islam, termasuk generasi muda dan pelajar yang ikut merayakannya, bahkan saling mengucapkan selamat dengan pemeluk agama lain.

Fenomena ini menuntut kehati-hatian, khususnya bagi umat Islam, agar tidak terjerumus pada perbuatan yang bertentangan dengan akidah dan syariat. Islam sangat menekankan pentingnya niat dan batasan dalam meniru tradisi dari agama lain.

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Muslim

Dikutip dari NU Online, dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin dijelaskan beberapa klasifikasi hukum terkait sikap seorang muslim terhadap tradisi kaum non-muslim:

  • Kufur, apabila seorang muslim meniru perhiasan atau tradisi kaum kafir dengan disertai rasa kagum terhadap agama mereka, bahkan muncul keinginan untuk mengikuti keyakinannya. Termasuk di dalamnya jika sengaja ikut serta dalam ritual keagamaan mereka.
  • Haram atau berdosa, apabila meniru perayaan mereka dengan niat mengikuti tradisi, meskipun tanpa kekaguman terhadap agamanya.
  • Makruh, apabila meniru sekadar gaya atau kebiasaan tanpa maksud apa pun. Penilaian hukum ini menunjukkan bahwa niat memegang peranan sangat penting dalam menentukan status perbuatan seseorang.

Praktik Valentine dan Potensi Kemaksiatan Dalam praktiknya, perayaan Valentine saat ini sering kali tidak lagi berkaitan dengan nilai keagamaan, tetapi lebih mengarah pada perilaku yang bertentangan dengan norma Islam.

Banyak perayaan Valentine justru diisi dengan aktivitas yang mendekati atau bahkan jelas mengandung unsur maksiat, seperti berduaan di tempat sepi, pesta berlebihan, pemborosan harta, hingga pergaulan bebas.

Islam dengan tegas melarang segala bentuk perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan. Kaidah fikih menyebutkan bahwa segala sesuatu yang menjadi sarana menuju perbuatan haram, maka hukumnya juga haram.

Oleh karena itu, meskipun seseorang mengaku merayakan Valentine tanpa niat meniru agama lain, praktik yang mengandung maksiat tetap tidak dibenarkan dalam Islam.

(ipa)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga7 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang8 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang8 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang9 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional10 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional11 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle11 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta12 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat12 jam lalu