Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perbedaan Valentine dan White Day: Sejarah, Makna, dan Tradisinya

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|14:40 WIB
Bagikan:
Perbedaan Valentine dan White Day: Sejarah, Makna, dan Tradisinya
Perbedaan Valentine dan White Day: Sejarah, Makna, dan Tradisinya (Image From: Pexels/alleksana)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia perbedaan Valentine dan White Day. Banyak orang sudah hafal bahwa 14 Februari adalah Hari Valentine. Tanggal yang identik dengan bunga, cokelat, makan malam romantis, dan pesan-pesan manis yang kadang sulit diucapkan di hari biasa.

Tapi tidak semua orang tahu bahwa tepat satu bulan setelahnya, 14 Maret, ada perayaan lain yang disebut White Day.

Sekilas terdengar mirip. Sama-sama tentang cinta. Sama-sama tentang memberi hadiah. Tapi sebenarnya, keduanya punya cerita dan tradisi yang berbeda, lho. Yuk, kita simak perbedaannya. 

Perbedaan Valentine dan White Day yang Jarang Orang Tahu 

Berikut ini adalah perbedaan antara Valentine dan White Day. 

Perbedaan Berdasarkan Sejarah

Dilansir dari Tirto.id, Valentine’s Day memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dibandingkan White Day. Hari Valentine ditetapkan oleh Paus Gelasius I pada tahun 496 Masehi untuk menghormati Santo Valentine, seorang martir Kristen.

Seiring berjalannya waktu, makna religius tersebut berkembang menjadi perayaan yang identik dengan cinta romantis.

Memasuki abad ke-19, tradisi mengirimkan kartu ucapan Valentine mulai populer, terutama di Inggris. Kartu-kartu ini awalnya ditulis tangan, namun kemudian diproduksi secara massal.

Salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan bisnis kartu Valentine adalah Esther Howland dari Amerika Serikat, yang pada tahun 1847 memulai usaha kartu Valentine buatan tangan yang terinspirasi dari model Inggris. Sejak saat itu, kartu Valentine menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan 14 Februari.

Berbeda dengan Valentine yang berusia ratusan tahun, White Day tergolong perayaan modern. White Day pertama kali muncul di Jepang pada akhir 1970-an.

Pada tahun 1977, perusahaan penganan manis Ishimura Manseido di Fukuoka memasarkan marshmallow kepada pria pada tanggal 14 Maret dan menyebutnya sebagai “Hari Marshmallow.”

Meski awalnya tidak langsung menjadi fenomena besar, gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Asosiasi Industri Penganan Nasional Jepang.

Pada tahun 1978, tanggal 14 Maret resmi dipromosikan sebagai White Day, yang dikenal pula sebagai “hari jawaban” atau “hari balas budi” atas hadiah yang diterima saat Valentine.

Dalam bahasa Jepang, White Day disebut sebagai “Ai ni Kotaeru White Day,” yang berarti “Menjawab Cinta di Hari Putih.”

Warna putih dipilih sebagai simbol kemurnian dan cinta yang tulus, sekaligus melambangkan gula sebagai bahan dasar permen.

Perbedaan Makna dan Tujuan

Secara umum, Valentine’s Day merupakan hari bagi siapa saja untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang.

Tidak terbatas pada pasangan, Valentine juga menjadi momen untuk menunjukkan perhatian kepada keluarga, sahabat, atau orang-orang terkasih.

Sementara itu, White Day memiliki konsep yang lebih spesifik. Di negara asalnya, White Day ditujukan khusus bagi pria untuk membalas hadiah yang mereka terima dari wanita saat Valentine.

Dengan kata lain, jika Valentine identik dengan pemberian hadiah dari wanita kepada pria (dalam konteks Jepang dan Korea Selatan), maka White Day adalah waktu bagi pria untuk memberikan balasan.

Tradisi Perayaan Valentine

Pada Hari Valentine, pasangan biasanya saling bertukar hadiah seperti bunga, cokelat, kartu ucapan, hingga makan malam romantis.

Simbol-simbol seperti hati, burung merpati, dan Cupid sering digunakan untuk merepresentasikan cinta dan kasih sayang.

Di Jepang dan Korea Selatan, tradisi Valentine memiliki ciri khas tersendiri. Pada tanggal 14 Februari, wanita memberikan cokelat kepada pria. Cokelat tersebut terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Honmei-choko, yakni cokelat yang diberikan kepada pria yang benar-benar dicintai.
  • Giri-choko, yaitu cokelat yang diberikan sebagai bentuk kesopanan atau kewajiban sosial, misalnya kepada rekan kerja atau atasan.

Cokelat buatan tangan sering dianggap memiliki makna yang lebih mendalam, karena menunjukkan kesungguhan dan ketulusan perasaan.

Tradisi Perayaan White Day

Sebulan setelah Valentine, tepatnya pada 14 Maret, pria diharapkan membalas hadiah yang mereka terima.

Dalam tradisi Jepang, terdapat istilah sanbai gaeshi, yang berarti “membalas tiga kali lipat.” Artinya, hadiah yang diberikan saat White Day sebaiknya memiliki nilai dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada hadiah yang diterima saat Valentine.

Jika seorang pria tidak memberikan balasan, hal tersebut dapat diartikan sebagai kurangnya ketertarikan atau bahkan penolakan.

Sementara jika hadiah yang diberikan memiliki nilai yang sama persis, ada anggapan bahwa itu bisa menjadi sinyal untuk mengakhiri hubungan.

Awalnya, hadiah yang diberikan pada White Day berupa marshmallow atau cokelat putih. Namun seiring perkembangan zaman, jenis hadiah menjadi lebih beragam.

Kini, pria bisa memberikan perhiasan, aksesori, pakaian, hingga barang-barang bermerek sebagai bentuk balasan.

Nah, itulah mengenai perbedaan Valentine dan White Day.

Valentine’s Day dan White Day sama-sama menjadi simbol perayaan cinta, namun memiliki latar belakang dan tradisi yang berbeda.

(ipa)

Berita Terbaru

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang34 menit lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional46 menit lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional1 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Nasional1 jam lalu
Infak ASN RSUD Ciereng Terkumpul Rp5,2 Juta, BAZNAS Subang Fokuskan untuk Kesehatan

Infak ASN RSUD Ciereng Terkumpul Rp5,2 Juta, BAZNAS Subang Fokuskan untuk Kesehatan

Headline1 jam lalu
Beras Fortifikasi Abal-abal Ditemukan di Pasaran, Apa Artinya?

Beras Fortifikasi Abal-abal Ditemukan di Pasaran, Apa Artinya?

Lifestyle1 jam lalu
Pilihan Jurusan yang Cocok untuk Industri Manufaktur, Bukan Cuma Teknik!

Pilihan Jurusan yang Cocok untuk Industri Manufaktur, Bukan Cuma Teknik!

Lifestyle2 jam lalu
Cara Mengembalikan Akun TikTok yang Hilang, Jangan Panik Dulu!

Cara Mengembalikan Akun TikTok yang Hilang, Jangan Panik Dulu!

Lifestyle2 jam lalu