IHSG Melemah, Deretan Saham Ini Anjlok Paling Dalam Hari Ini

PASUNDANEKSPRES.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026).
Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi perdagangan membuat sejumlah saham mengalami koreksi tajam hingga masuk dalam jajaran saham dengan penurunan terdalam atau top losers.
IHSG dibuka di level 5.039,54 atau melemah 0,35% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap indeks bahkan sempat meningkat hingga IHSG menyentuh level 4.981,52 pada awal perdagangan, atau terkoreksi sekitar 1,46%.
Meski sempat mengalami tekanan cukup dalam, IHSG berupaya memangkas pelemahannya. Namun, dominasi saham yang bergerak di zona merah masih menunjukkan bahwa sentimen negatif membayangi pasar saham domestik.
Sejumlah Saham Mengalami Koreksi Tajam
Pelemahan IHSG turut diikuti penurunan harga sejumlah saham. Berdasarkan data perdagangan pada awal sesi, saham LOPI, BMBL, MSIE, SOFA, dan PLAN masuk dalam jajaran saham dengan penurunan terdalam.
Selain itu, beberapa saham berkapitalisasi besar juga mengalami tekanan jual. Saham BYAN, BBRI, AMMN, BREN, dan BRPT tercatat menjadi sejumlah saham yang turut membebani pergerakan IHSG.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil, tetapi juga merambah sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar.
Sentimen Pasar Masih Dibayangi Sejumlah Faktor
Salah satu perhatian pelaku pasar pada awal November adalah penerapan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Mulai 2 November 2026, BEI menerapkan kebijakan pengecualian terhadap 81 saham kategori HSC dari perhitungan bobot IHSG. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kualitas representasi indeks pasar modal Indonesia.
Selain kebijakan domestik, investor juga mencermati pergerakan pasar saham global, nilai tukar rupiah, serta perkembangan ekonomi dan geopolitik internasional.
Di dalam negeri, sejumlah agenda ekonomi seperti rilis data inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 turut menjadi perhatian investor.
Investor Perlu Mencermati Pergerakan Saham
Di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, investor perlu memperhatikan perkembangan harga saham, volume transaksi, serta sentimen yang memengaruhi pergerakan indeks.
Koreksi tajam pada suatu saham tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan. Oleh karena itu, investor sebaiknya tetap mempertimbangkan kinerja emiten dan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap kebijakan baru BEI, perkembangan ekonomi domestik, serta sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan.
Catatan: Data pergerakan IHSG dan saham dalam artikel ini mengacu pada laporan perdagangan awal sesi Senin, 2 November 2026, bukan data penutupan perdagangan.
