Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC di Bank BRI

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:39 WIB
Bagikan:
KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC di Bank BRI
Mesin EDC di Bank BRI

PASUNDAN EKSPRES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di salah satu bank milik negara.

Proses penyidikan ini telah dimulai dengan pemeriksaan sejumlah pihak, termasuk mantan Wakil Direktur Utama (Wadirut) bank tersebut, Catur Budi Harto (CBH), serta penggeledahan di beberapa lokasi strategis.

“Penyidikan baru dilakukan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Salah satu pihak yang telah dimintai keterangan adalah mantan Wadirut CBH. Namun, KPK belum membeberkan isi pemeriksaan tersebut kepada publik.

Selain pemeriksaan, penyidik juga melakukan penggeledahan di dua lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara ini.

"Hari ini tim turut menggeledah dua lokasi penting," tambah Budi.

Dalam tahap penyelidikan ini, KPK masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.

Artinya, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, proses pendalaman terhadap dugaan keterlibatan sejumlah individu terus dilakukan.

“Kami masih menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengondisian proyek pengadaan mesin EDC ini. Termasuk dugaan keterlibatan pejabat yang kini sudah tidak lagi menjabat,” kata Budi.

Perkara ini menjadi perhatian publik mengingat proyek pengadaan yang dimaksud menyangkut teknologi vital di salah satu bank terbesar milik pemerintah.

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang5 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional25 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline29 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional42 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang46 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang50 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu