Pemerintah Jamin Harga BBM Stabil di Tengah Geopolitik Global, Pasokan Energi Aman

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Selain itu, pasokan energi nasional juga dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), , menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Pernyataan tersebut disampaikan pada 30 Maret 2026.
Menurut Bahlil, pemerintah terus memantau perkembangan global sekaligus menjaga ketahanan energi nasional. Ia juga memastikan cadangan energi, termasuk BBM dan gas, berada di atas standar minimum sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh pada 5 April 2026. Ia mengusulkan agar pemerintah mulai mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM guna mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.
Menurut Jusuf Kalla, kebijakan menahan harga BBM memang memberikan dampak positif dalam jangka pendek. Akan tetapi, jika terus dipertahankan tanpa penyesuaian, hal tersebut berpotensi meningkatkan beban subsidi dan utang pemerintah dalam jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan pada 6 April 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.
Sementara itu, Presiden RI pada 8 April 2026 kembali memastikan bahwa pasokan BBM nasional berada dalam kondisi aman. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap meningkatkan efisiensi di tengah tantangan global.
“Krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang. Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan adalah peluang yang membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran,” ujar Prabowo.
Dengan berbagai pernyataan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa stabilitas harga BBM serta ketersediaan pasokan energi nasional tetap terjaga, meskipun di tengah dinamika global yang terus berkembang.
