Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Persaingan Starlink dengan China dan Amazon: Siapa yang akan Menguasai Orbit Rendah Bumi?

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:06 WIB
Bagikan:
Persaingan Starlink dengan China dan Amazon: Siapa yang akan Menguasai Orbit Rendah Bumi?
Persaingan Starlink dengan China dan Amazon: Siapa yang akan Menguasai Orbit Rendah Bumi? (Image From: Forbes)

PASUNDAN EKSPRES - Persaingan Starlink dengan China dan Amazon dalam menguasai orbit Bumi. Dalam beberapa tahun terakhir, Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk, telah menjadi pemimpin dalam menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah terpencil di seluruh dunia. 

Namun, dominasi Starlink kini menghadapi tantangan berat dari pesaing baru, termasuk SpaceSail dari China dan Project Kuiper yang didanai oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Persaingan Starlink dengan China dan Amazon

Persaingan ini semakin memanas dengan rencana ambisius para pesaing yang ingin menguasai orbit rendah Bumi (LEO) dan memperluas cakupan internet global mereka.

SpaceSail: Ambisi China dalam Internet Satelit

SpaceSail yang merupakan perusahaan berbasis di Shanghai, mulai menunjukkan taringnya di pasar internet satelit global.

Pada November 2024, perusahaan ini menandatangani perjanjian untuk masuk ke pasar Brasil dan mengumumkan negosiasi dengan lebih dari 30 negara. Dua bulan kemudian, SpaceSail juga memulai operasinya di Kazakhstan. 

Pemerintah China memberikan dukungan penuh terhadap ekspansi SpaceSail, dengan harapan dapat menghadirkan alternatif bagi Starlink dan mengurangi ketergantungan global terhadap layanan internet satelit milik AS.

SpaceSail menargetkan peluncuran 648 satelit LEO pada 2025 dan hingga 15.000 satelit pada 2030, menjadikannya pesaing serius bagi Starlink, yang saat ini mengoperasikan sekitar 7.000 satelit dan menargetkan 42.000 satelit pada akhir dekade ini.

Menurut laporan dari Reuters, China meluncurkan rekor 263 satelit LEO pada tahun 2024. Dengan rencana ambisius untuk meluncurkan 43.000 satelit dalam beberapa dekade mendatang, Beijing menegaskan posisinya dalam persaingan industri internet satelit global.

Amazon dengan Project Kuiper

Tidak hanya China, Amazon melalui Project Kuiper juga berencana memasuki persaingan ini. Pemerintah Brasil, yang sedang mencari opsi internet satelit terbaik untuk wilayah terpencilnya, sedang dalam pembicaraan dengan Project Kuiper dan perusahaan satelit Kanada, Telesat.

Walaupun rincian ekspansi Project Kuiper belum banyak terungkap, kehadiran Amazon di industri ini jelas mengindikasikan bahwa Starlink tidak akan mudah mempertahankan dominasinya.

Sejak 2020, Starlink telah meluncurkan lebih banyak satelit ke orbit rendah dibandingkan seluruh pesaingnya digabungkan. Satelit yang beroperasi di orbit rendah memiliki keunggulan dalam efisiensi transmisi data, menjadikannya pilihan utama bagi komunitas terpencil, kapal laut, dan bahkan militer.

Namun, keunggulan Starlink ini telah menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah China. Beijing tidak hanya mendukung perusahaan-perusahaan lokal untuk mengembangkan teknologi satelit, tetapi juga melakukan penelitian militer untuk memantau dan melacak konstelasi satelit yang dimiliki oleh Starlink.

Penelitian yang dilakukan oleh National University of Defense Technology di China menunjukkan adanya pendanaan besar dari pemerintah untuk pengembangan sistem pemantauan Starlink.

Beberapa akademisi dari People’s Liberation Army (PLA) bahkan telah mengembangkan algoritma untuk melacak pergerakan megakonstelasi satelit, yang terinspirasi dari cara paus bungkuk berburu dengan menciptakan pusaran gelembung di sekitar mangsanya.

Sementara itu, perrsaingan dalam industri internet satelit ini juga menghadapi tantangan regulasi. Saat ini, belum ada aturan internasional yang mengatur jumlah maksimum satelit yang dapat diluncurkan oleh suatu negara atau perusahaan.

Para ahli khawatir bahwa tanpa regulasi yang jelas, orbit rendah Bumi dapat menjadi "wild west", di mana perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba mengisi ruang angkasa dengan ribuan satelit tanpa memperhitungkan konsekuensi jangka panjang.

Selain itu, keberadaan ribuan satelit di orbit rendah juga meningkatkan risiko tabrakan dan sampah antariksa. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah sampah luar angkasa telah meningkat pesat, dan insiden tabrakan satelit bisa berdampak besar terhadap operasional layanan komunikasi global.

Pemerintah AS dan sekutunya kini berusaha mengembangkan teknologi yang dapat memonitor dan mengelola lalu lintas satelit di orbit rendah. Namun, dengan meningkatnya persaingan antara AS dan China di sektor ini, kemungkinan benturan kepentingan semakin besar.

(ipa)

Berita Terbaru

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Nasional21 menit lalu
Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle1 jam lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional12 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang12 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang12 jam lalu
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang13 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional14 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang15 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional15 jam lalu