Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Soal Bangun Gaza, Israel Tolak Syarat dari Arab Saudi

N
Nanda YuanitaEditor: Yusup Suparman
|17:03 WIB
Bagikan:
Soal Bangun Gaza, Israel Tolak Syarat dari Arab Saudi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri). (twitter.com/netanyahu)

PASUNDAN EKSPRES - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya menolak adanya pembentukan negara Palestina pascaperang sebagai syarat dari Arab Saudi untuk membantu rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat diserbu Israel.

Dilansir dari Times of Israel, Jumat (19/1/2024), Netanyahu dikabarkan tidak siap jika harus membiarkan Palestina menjadi negara merdeka. 

Namun, hal tersebut adalah syarat yang diberikan oleh Arab Saudi, yang diminta berkontribusi untuk membangun Gaza kembali.

Menurutlaporan dari NBC News ini, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman sempat menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai komitmen Saudi untuk membangun Gaza. 

Namun syaratnya adalah Palestina harus merdeka terlebih dahulu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dikabarkan mencari kesepakatan dengan Pangeran MBS serta empat pemimpin negara Arab lainnya untuk membangun kembali Jalur Gaza, pascaperang.

Dilansir dari Middle East Monitor, para pemimpin Arab disebut sepakat untuk mendukung pemerintahan baru Palestina yang telah direformasi untuk mengamankan Gaza.

Sementara itu, Gedung Putih menegaskan kembali komitmen Presiden AS Joe Biden soal Two State Solution atau Solusi Dua Negara dalam mengatasi konflik Palestina dan Israel.

“Tidak ada perubahan soal keinginan Presiden Biden bahwa Solusi Dua Negara adalah yang terbaik, tidak hanya bagi rakyat Israel tapi juga tentu bagi rakyat Palestina,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby.

Yang terbaru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merangsek masuk ke Kota Khan Younis di Gaza selatan dan langsung menggempur sejumlah wilayah di mana masih ada beberapa rumah sakit yang beroperasi.

Mereka menuding para pejuang Hamas bersembunyi di rumah sakit.Penduduk Khan Younis mengatakan bahwa pertempuran terjadi di dekat Rumah Sakit Nasser, salah satu rumah sakit terbesar yang masih beroperasi di wilayah tersebut.

“Apa yang terjadi di Khan Younis sekarang benar-benar gila. Israel membombardir kota dari segala arah, udara dan darat,” kata seorang warga Palestina bernama Abu El-Abed, yang mengungsi dari utara ke Khan Younis.

(nym) 

Berita Terbaru

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle19 menit lalu
Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional11 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang11 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang11 jam lalu
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang12 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional13 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang14 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional14 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle14 jam lalu