Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Update Gempa Jepang Korban Tewas, Nuklir , WNI

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|11:14 WIB
Bagikan:
Update Gempa Jepang Korban Tewas, Nuklir , WNI
Gempa bumi yang melanda jepang barat dengan kekuatan 7,6 magnitudo terjadi pada pukul 16.00, Senin Waktu Setempat. (Dok istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Gempa bumi yang melanda jepang barat dengan kekuatan 7,6 magnitudo terjadi pada pukul 16.00, Senin Waktu Setempat. 

Sampai saat ini, Pemerintah Jepang masih terus memperbaharui status keamanan pada wilayah yang terdampak bencana alam tersebut. 

Berikut Updatenya yang telah kami rangkum pada Selasa (2/1/2024). 

Korban Tewas 

Mengutip dari AFP, dalam updatenya yang terbaru pada selasa pagi, korban tewas akibat gempa jepang telah meningkat menjadi enam orang. 

Awalnya kantor berita Kyodo melaporkan ada empat orang tewas akibat gempa jepang barat, setelah itu ditemukan dua jenazah baru di Kota Nanao dan Kota Shika. 

Selain itu. media milik pemerintah pun melaporkan beberapa orang mengalami luka ringan ketika mereka hendak akan melarikan diri, ada juga yang terluka setelah tertimpa benda yang jatuh dari rak. 

"Kereta cepat di daerah tersebut dihentikan, meskipun beberapa bagian layanan kembali normal pada malam hari. Beberapa bagian jalan raya juga ditutup dan pipa air pecah," menurut NHK.

Nuklir Jepang 

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Jepang, Hayashi, memberitahu para wartawan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di daerah yang terkena dampak gempa tidak melaporkan adanya insiden atau kelainan. 

Lembaga pengatur nuklir juga menyatakan bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang terdeteksi di pos pemantauan di wilayah tersebut.

WNI 

Selain itu, Kementrian Luar Negri (Kemlu) masih terus memantau warga negara Indonesia (WNI). Lembaga tersebut juga telah mencatat ada sebanyak 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa, Jepang, Pusat Gempa. 

"Kemlu saat ini sedang berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami. KBRI dan KJRI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia," tulis Kemlu dalam siaran pers yang dikutip dari CNBC Indonesia. 

Selain itu gempa juga dirasakan oleh sejumlah wilayah prefektur Niigata, Toyama, Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Lalu Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi dan Akita. 

"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat WNI tetap waspada atas gempa susulan dan tsunami dan selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat. Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga malam hari ini waktu Jepang," jelasnya.

"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengaktifkan nomor hotline untuk situasi darurat. Yakni KBRI Tokyo:+818035068612 dan KJRI Osaka: +818031131003," tambahnya lagi.

Gempa Susulan Hingga Potensi Tsunami 

Badan Meterologi Jepang mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional, bahwa akan ada banyak gempa yang terjadi di wilayah tersebut dalam seminggu kedepan. Hingga dua atau tiga hari ke depan. 

"Lebih dari selusin gempa kuat telah terdeteksi di wilayah tersebut, dengan risiko memicu tanah longsor dan rumah-rumah runtuh," menurut badan tersebut.

Selain itu, Badan Meterologi Jepang juga mengatakan akan ada potensi tsunami biasa khususnya di wilayah pesisir Barat Honshu hingga Hokaido. 

"Peringatan ini berarti warga yang tinggal di wilayah pesisir masih belum diizinkan untuk kembali ke rumahnya," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshimasa Hayashi, dikutip CNBC Indonesia. 

"Setiap menit berarti. Mohon segera dievakuasi ke tempat yang aman," ujarnya.

Berita Terbaru

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional17 menit lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional21 menit lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional26 menit lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline32 menit lalu
ADVERTISEMENT
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang49 menit lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline52 menit lalu
Karang Taruna Kelurahan Pasirkareumbi Inisiasi Jumsih di Lapang Bintang, Lurah Apresiasi Kekompakan Warga

Karang Taruna Kelurahan Pasirkareumbi Inisiasi Jumsih di Lapang Bintang, Lurah Apresiasi Kekompakan Warga

Subang1 jam lalu
Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Nasional1 jam lalu
Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Headline1 jam lalu
Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Nasional1 jam lalu