Persatuan Bolasepak Malaysia Ajukan Banding atas Sanksi FIFA, Tegaskan Tidak Ada Pemalsuan Dokumen

PASUNDANEKSPRES.ID - Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) menyampaikan tanggapan resmi setelah dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) terkait dugaan penggunaan dokumen palsu dalam proses naturalisasi tujuh pemain tim nasional Malaysia.
Dalam pernyataan yang dirilis di laman resmi fam.org.my pada Selasa, 7 Oktober 2025, FAM mengonfirmasi telah menerima salinan lengkap keputusan dari Komite Disiplin FIFA dan akan mengajukan banding secara resmi melalui jalur hukum yang berlaku.
FAM menegaskan bahwa seluruh dokumen serta bukti pendukung yang dimiliki sudah lengkap dan siap diserahkan kepada FIFA sebagai bahan pembelaan.
Federasi tersebut juga membantah tuduhan bahwa para pemain memperoleh dokumen palsu atau sengaja berupaya menghindari aturan kelayakan.
Menurut FAM, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa para pemain melakukan pelanggaran sebagaimana disimpulkan FIFA.
Pihaknya menilai proses pengajuan dokumen telah dilakukan sesuai prosedur resmi dan disahkan sepenuhnya oleh otoritas terkait.
Para pemain disebut bertindak dengan itikad baik karena hanya mengikuti proses administrasi yang diatur oleh federasi.
FAM menilai keputusan FIFA tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan keadilan.
Hal ini akan menjadi fokus utama dalam proses banding yang segera diajukan.
Federasi juga menegaskan komitmennya untuk melindungi hak para pemain serta menjaga kepentingan sepak bola nasional agar proses hukum berjalan terbuka dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Selain itu, FAM menjelaskan bahwa kasus ini juga berkaitan dengan prosedur resmi Pemerintah Malaysia dalam penerbitan dan pengesahan paspor.
Karena menyangkut dokumen negara, FAM menegaskan bahwa mereka terikat oleh Akta Rahsia Rasmi 1972 dan Akta Pasport 1966, sehingga tidak dapat mengungkapkan rincian informasi tersebut kepada publik.
FAM menyatakan hanya akan berbagi informasi terkait kasus ini kepada FIFA melalui jalur resmi untuk kepentingan proses banding yang sedang berlangsung.
