Timnas Korea Selatan Ambil Sikap usai Son Heung-min Dihina Jurnalis

PASUNDANEKSPRES.ID - Timnas Korea Selatan resmi menutup akses terhadap media domestik mereka di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil setelah rekaman percakapan sejumlah jurnalis Korea Selatan yang menghina kapten tim, Son Heung-min, bocor dan menyebar luas di media sosial.\
Polemik ini bermula setelah kemenangan Timnas Korea Selatan atas Republik Ceko dengan skor 2-1 pada Jumat, 12 Juni 2026. Saat sesi latihan berlangsung, Son terlihat melakukan pemanasan terpisah dari kelompok utama, sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari program latihan rutinnya.
Namun, pemandangan tersebut justru menjadi bahan perbincangan sejumlah reporter yang berada di lokasi. Dalam rekaman audio yang kemudian tersebar ke publik, para jurnalis terdengar menyinggung status pengecualian wajib militer yang diperoleh Son Heung-min.
"Dia bahkan tidak benar-benar menjalani wajib militer," ujar salah seorang reporter.
Komentar itu merujuk pada status Son yang memperoleh pembebasan wajib militer setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas sepak bola pada Asian Games 2018.
Meski mendapatkan pengecualian, pemain Tottenham Hotspur tersebut tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada masa pandemi COVID-19.
Laporan media Korea Selatan menyebut percakapan tersebut tidak berhenti pada satu komentar saja. Sejumlah jurnalis juga terdengar mempertanyakan perlakuan khusus yang diterima Son dan membahas aktivitas latihannya dengan nada sinis.
Rekaman itu kemudian memicu gelombang kritik dari publik. Banyak penggemar menilai komentar tersebut tidak menghormati sosok yang selama bertahun-tahun menjadi kapten sekaligus ikon sepak bola Korea Selatan.
Polemik Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Dampak dari bocornya rekaman tersebut langsung terasa di lingkungan tim. Para pemain disebut memilih menjaga jarak dari media lokal sebagai bentuk solidaritas kepada Son Heung-min.
Usai kemenangan atas Republik Ceko, Son yang biasanya melayani wawancara di mixed zone memilih tidak berbicara kepada wartawan. Ia hanya memberikan salam singkat sebelum meninggalkan area wawancara.
Boikot kemudian berlanjut ketika wawancara individual gelandang Hwang In-beom yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6/2026) mendadak dibatalkan.
Meski alasan resmi yang disampaikan terkait penyesuaian agenda tim, sejumlah sumber di sekitar skuad menyebut pembatalan itu merupakan keputusan para pemain untuk tidak berinteraksi dengan media yang terlibat dalam kontroversi tersebut.
Situasi yang terus memanas membuat Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) turun tangan. Pada Senin, 15 Juni waktu Korea Selatan, federasi mengeluarkan pernyataan resmi melalui saluran komunikasinya.
KFA menyatakan penyesalan mendalam atas penggunaan bahasa yang tidak pantas dan tidak sopan oleh sejumlah personel media terhadap pemain tim nasional.
"Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) menyatakan penyesalan atas pernyataan tidak pantas yang dibuat oleh beberapa personel media selama latihan tim nasional sepak bola di kamp basis Guadalajara" tulis KFA dalam pernyataan resminya.
KFA juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam peliputan tim nasional untuk menunjukkan sikap yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi rasa saling menghormati.
Federasi menegaskan bahwa perlindungan terhadap pemain menjadi prioritas utama selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Langkah itu sekaligus menjelaskan mengapa akses media terhadap skuad Timnas Korea Selatan menjadi lebih terbatas dalam beberapa hari terakhir.
Kontroversi ini turut memicu dampak lanjutan di kalangan media Korea Selatan. Sekretaris korps pers Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 dilaporkan mengundurkan diri setelah mengaku bertanggung jawab atas pelanggaran etika yang menyebabkan keretakan hubungan antara media dan tim.
Di tengah persiapan menghadapi pertandingan berikutnya, Timnas Korea Selatan kini berupaya mengembalikan fokus ke lapangan. Namun hingga saat ini, kasus yang melibatkan Son Heung-min dan sejumlah jurnalis Korea Selatan masih menjadi pembahasan hangat di negaranya maupun di lingkungan Piala Dunia 2026.
Timnas Korea Selatan berharap polemik tersebut tidak mengganggu konsentrasi tim dalam melanjutkan perjuangan mereka di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
(pm)
