KEBIASAAN

Oleh: Cici Yulia Wati*)
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tentu tidak lepas dari kebiasaan. Namun, tahukah kita apa yang dimaksud dengan kebiasaan itu sendiri?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kebiasaan adalah perilaku yang sering dilakukan hingga menjadi pola yang menetap. Dengan kata lain, kebiasaan merupakan tindakan yang dilakukan berulang kali, baik disadari maupun tidak, dan dapat berupa kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk.
Kebiasaan dapat terbentuk karena pengaruh lingkungan, kondisi emosional, serta proses pembiasaan yang terjadi di sekitar kita maupun dari diri sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk membiasakan hal-hal yang bernilai positif.
Bagi umat Islam, Rasulullah Saw adalah sosok panutan yang sempurna. Beliau merupakan teladan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam kebiasaan dan akhlak sehari-hari yang mulia, yang kita kenal sebagai sunnah. Kebiasaan Rasulullah SAW tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Berikut beberapa kebiasaan atau sunnah Rasulullah SAWyang sering dianggap sepele, namun memiliki makna dan manfaat yang besar. Pertama. Menutup wajah saat bersin. Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW yang tampak sederhana namun sangat bermanfaat adalah menutup wajah ketika bersin. Bersin merupakan reaksi alami tubuh, namun apabila tidak disertai adab yang baik, dapat menyebabkan penyebaran kuman atau virus ke lingkungan sekitar.
Kedua. Menutup hidung dan wajah saat bersin, baik dengan kain atau tangan, merupakan bentuk adab yang diajarkan Rasulullah SAW, terutama ketika berada di tempat umum. Selain itu, beliau juga mengajarkan adab dan doa ketika bersin, yaitu: Orang yang bersin dianjurkan mengucapkanAlhamdulillahi. Artinya: “Segala puji bagi Allah.” Orang yang mendengarnya disunnahkan menjawab Yarhamukallah. Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.” Orang yang bersin kemudian membalas dengan Yahdikumullah. Artinya: “Semoga Allah memberi kalian petunjuk.”
Ketiga. Tidak meniup makanan atau minuman. Rasulullah SAW melarang meniup makanan atau minuman, dan larangan ini bukan tanpa alasan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan makanan dan mencegah masuknya kotoran atau sesuatu dari mulut dan hidung.
Udara yang kita hembuskan saat meniup makanan sebenarnya tidak sepenuhnya bersih. Oleh karena itu, lebih baik menunggu sejenak hingga makanan atau minuman menjadi hangat. Dalam sudut pandang kesehatan modern, larangan ini terbukti bermanfaat karena meniup makanan panas dapat memindahkan kuman dan bakteri dari mulut ke dalam makanan atau minuman tersebut. Dengan demikian, sunnahini mencerminkan ajaran Islam yang memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat. Berkata baik atau lebih baik diam. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Rasulullah SAWmengajarkan agar seseorang berkata baik atau memilih diam. Hal ini bertujuan untuk menjaga perasaan orang lain serta menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Lisan merupakan anggota tubuh yang kecil, namun memiliki dampak yang sangat besar. Jika tidak dijaga dengan baik, perkataan seseorang dapat melukai hati orang lain dan menimbulkan perpecahan, bahkan dampaknya bisa lebih berbahaya daripada senjata tajam.
Kelima. Sedekah berupa senyuman. Senyum sering dianggap sebagai tanda kebahagiaan, namun dalam Islam, senyuman juga bernilai sedekah. Senyum merupakan bentuk kebaikan yang paling mudah dilakukan dan tidak membutuhkan harta.
Senyuman yang tulus mencerminkan niat baik, kedamaian, dan sikap ramah. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang murah senyum, selalu menebarkan keceriaan, serta memperlakukan orang lain dengan akhlak yang mulia.
Selain bernilai ibadah, senyum juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, merilekskan otot wajah, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa tersenyum dengan tulus.
Dari beberapa kebiasaan Rasulullah SAW di atas, dapat kita pahami bahwa sunnah bukanlah sekadar amalan ibadah, tetapi juga pedoman hidup yang penuh hikmah. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang beliau contohkan mengajarkan kita tentang adab, kesehatan, kepedulian, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu masih banyak kebiasaan yang lain dan patut dilakukan sehari-hari. Pemerintah sudah mencanangkanprogram Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Terdiri atas bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.Program ini merupakan perwujudan Asta Cita yang digaungkan pemerintah.
Untuk menciptakan siswa yang berkarakter, sekolah dan orang tua perlu terus mendorong penerapan kebiasaan-kebiasaan positif dalam diri siswa. Salah satu cara efektif adalah dengan menerapkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program yang disusun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bertujuan menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa tumbuh menjadi individu yang berkarakter, sehat, dan berprestasi.
Bangun pagi. Memberikan kesempatan bagi anak untuk memulai hari dengan persiapan yang matang. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan menetapkan jam tidur yang teratur dan lingkungan yang mendukung. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Untuk memastikan jadwal ditaati oleh anak.
Beribadah. Menanamkan kebiasaan taat beribadah sejak dini membantu anak memiliki pedoman hidup yang kokoh. Mendampingi mereka untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinan dengan penuh keikhlasan. Orang tua dan guru dapat menjadi teladan dalam hal ini, sehingga anak terbiasa menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.
Berolahraga. Tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga meningkatkan daya konsentrasi dan suasana hati. Dorong anak untuk aktif bergerak, baik melalui permainan tradisional, olahraga ringan seperti bersepeda, atau mengikuti ekstrakurikuler olahraga di sekolah, melakukan olahraga ringan sebelum belajar. Mengisi “Pagi Ceria.”
Makan Sehat dan Bergizi. Nutrisi yang baik adalah fondasi tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Pemerintah telah mengambil alih Sebagian tugas ini dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gemar Belajar. Kecintaan pada belajar adalah kunci kesuksesan. Anak-anak perlu memahami bahwa belajar bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang menggali potensi diri. Menciptakan lingkungan yang mendukungmerupakan kewajiban orang tua, sekolah, dan masyarakat. Seperti menyediakan sudut baca di rumah, menyediakan layanan perpustakaan baik di sekolah atau atau di tempat lain, juga menggunakan teknologi edukatif yang interaktif.
Bermasyarakat. Anak yang aktif bermasyarakat akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Libatkan mereka dalam kegiatan seperti gotong royong, membantu sesama, atau mengikuti organisasi pemuda. Aktivitas ini mengajarkan anak nilai-nilai kebersamaan, empati, dan tanggung jawab.
Tidur Cepat. berarti anak memiliki waktu istirahat cukup. Istirahat yang cukup memberikan tubuh dan otak waktu untuk pulih. Pastikan anak memiliki waktu tidur yang sesuai dengan usianya. Jauhkan mereka dari gadget sebelum tidur agar kualitas tidur tetap terjaga. Lagi-lagi peran orang tua sangat penting untuk memastikan kebiasaan ini konsisten dilakukan.
Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh dan konsisten, program ini akan mampu menciptakan siswa yang sehat secara fisik dan mental, memiliki karakter yang baik, serta berprestasi. Lebih dari itu, kebiasaan-kebiasaan ini dapat menjadi dasar untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah dengan membangun budaya saling menghormati dan peduli.
Semoga kita dapat melaksanakan program pemerintah dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab. Dan sebagai umat Islam mampu meneladani kebiasaan Rasulullah SAW, mengamalkannya secara istiqamah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pribadi yang berakhlak mulia serta membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Refrensi:Buku “The Power Habits of Rasulullah Saw” karya Umi Dilla.
*) Murid Kelas VII B SMPN 2 Tanjungsiang Kabupaten Subang
