Antara Tita, Madri, si Oyen dan Rumah Impian

PASUNDANEKSPRES.ID - Tita (58) sempat tak mengenali rumahnya. Ada momen dirinya terdiam mematung untuk beberapa saat. Lalu matanya berbinar, raut wajahnya kaget sekaligus bahagia. Sejurus kemudian, Tita bersujud, mengucap alhamdulillah, lalu menangis sesenggukan.
ADAM SUMARTO, Purwakarta
RUMAH yang berlokasi di Dusun III, RT 10/RW 05 Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta itu memang milik Tita. Rumahnya itu tersentuh program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan baru saja rampung diperbaiki.
Perbaikannya pun tak tanggung-tanggung. Rumah Tita diratakan terlebih dahulu untuk kemudian dibangun kembali. Tak heran, Tita sempat pangling saat melihat "rumah barunya" itu.
"Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. Terima kasih bapak-bapak TNI dan semua warga yang telah bergotong-royong membangun kembali rumah saya ini. Saya sangat bersyukur," kata Tita masih dalam posisi sujud sembari memeluk si Oyen, kucing kesayangannya.
Di samping Tita ada Madri (49), suaminya. Tak banyak kata yang terucap dari mulut Madri. Hanya saja, air mukanya menyiratkan rasa syukur dan bahagia. Ia menghampiri istrinya, mengusap-usap bahunya, dan dengan lembut mengangkat bahu istrinya itu.
"Duduk bu. Sudah, sudah. Alhamdulillah, rumah kita jadi bagus. Nggak bocor lagi, nggak reyot lagi," ujar Madri setengah berbisik seraya merangkul istrinya yang masih sesenggukan.
Rumah Tita dan Madri berdiri di atas tanah seluas 96 meter persegi. Tanahnya memang luas, tapi bangunannya kecil dan seadanya, bocor di sana-sini, hingga pantas tersentuh program perbaikan rutilahu.
Selain Tita dan Madri, di rumah itu juga tinggal ketiga anaknya, dua laki-laki dan satu perempuan. Jika Tita dan anak perempuannya tidur di satu-satunya kamar yang ada, maka Madri dan kedua anak laki-lakinya tidur di ruang tengah yang merangkap ruang tv, ruang makan, dan dapur.
Madri dan kedua anak laki-lakinya kerap bekerja di proyek bangunan, hanya saja pekerjaan itu tak selalu ada, tergantung mandor proyek yang mengajaknya. Penghasilannya pun jauh dari kata mencukupi, meski begitu tetap disyukuri. Adapun si bungsu, yang perempuan, masih bersekolah tingkat SMP.
Tita Selalu Ditemni si Oyen
Adapun Tita adalah sosok ibu rumah tangga pada umumnya. Saat suami dan anak-anaknya bekerja dan bersekolah, Tita selalu ditemani si Oyen, kucing kesayangannya itu. Boleh jadi, rezeki program rutilahu yang diterimanya merupakan wasilah ia memelihara dan menyayangi si Oyen.
Senyum Lepas Ketua Tim Wasev
Program rutilahu menjadi satu dari sekian program unggulan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, yang berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026.
Selain rumah milik Tita dan Madri, ada dua titik lainnya yang menjadi sasaran program rutilahu. Yakni, rumah milik seorang lansia bernama Mak Emeh (84) yang terletak di Dusun II RT 06/RW 03 dan rumah milik Abah Useng (65) di Dusun III RT 11/RW 06.
Adapun sasaran utama TMMD adalah pengecoran jalan rabat beton sepanjang 675 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 20 sentimeter. Jalan ini menghubungkan Desa Sukajadi di Kecamatan Pondoksalam dengan Desa Cileunca di Kecamatan Bojong.
Pelaksanaan TMMD yang merupakan kolaborasi antara Kodim 0619/Purwakarta dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta serta stakeholder terkait ini, mendapat pengawasan langsung dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) yang diketuai Brigjen TNI Dedi Prihatmodjo.
Pada pekan kedua bulan Mei ini, Tim Wasev mengecek sasaran fisik TMMD, mulai dari pengecoran jalan, program rutilahu, pembangunan sarana MCK dan pos kamling, rehab majelis taklim hingga pipanisasi.
Di lokasi TMMD, Dedi didampingi Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap dan Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar selaku Dansatgas TMMD. Untuk diketahui, Fredy baru beberapa hari ini dilantik sebagai suksesor Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra.
Diwawancara di sela kegiatan, Dedi mengatakan, kunjungan Tim Wasev untuk memastikan pelaksanaan program TMMD berjalan sesuai target. Ia menegaskan, TMMD merupakan bentuk sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
"Meski sasaran utamanya infrastruktur, akan tetapi program TMMD tidak melulu fokus pada pembangunan fisik, tapi juga pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan. Jadi, desanya dibangun, SDM-nya juga ikut dibangun," ucap Dedi yang kerap melempar senyum kepada warga dan anggota TNI sepanjang kunjungannya itu.
Dedi pun menilai progres pelaksanaan TMMD ke-128 di Desa Sukajadi berjalan sangat baik. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, kata dia, sebagian besar pekerjaan hampir selesai seluruhnya.
Di antaranya, pekerjaan utama jalan sepanjang 675 meter sudah selesai 100 persen dan hasilnya bagus. Program rutilahu dan sasaran lainnya juga berjalan baik,” katanya.
Meski demikian, pihaknya meminta seluruh pekerjaan yang masih berjalan terus disempurnakan hingga batas akhir pelaksanaan kegiatan. Ia juga berharap program TMMD mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.
"Semangat TMMD jangan berhenti meski kegiatannya telah rampung. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan harus terus dilanjutkan. Karenanya kami mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama," ujar Dedi.
Terpisah, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, mengapresiasi program TMMD yang merupakan program kolaborasi antara TNI AD, dalam hal ini Kodim 0619/Purwakarta, dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk berperan aktif, mendukung penuh serta membantu program ini hingga tuntas. Ini untuk kepentingan bersama seluruh warga Kabupaten Purwakarta, khususnya bagi warga Desa Sukajadi" ucapnya.(*)
