Peringati Hari Pohon, Semua Senyum Ajak Warga Hijaukan Gunung Rahayu

PASUNDANEKSPRES.ID - Semua Senyum, komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan wirausaha, membuka kesempatan bagi warga Purwakarta untuk turut serta dalam gerakan "Menanam Pohon Gunung Rahayu".
Perwakilan Semua Senyum, Agit mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November setiap tahunnya.
"Akan tetapi, jauh dari itu, gerakan menanam pohon ini sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air. Kita secara bersama-sama dan dengan suka rela mengembalikan kondisi hutan yang gundul menjadi hijau kembali," kata Agit kepada Pasundan Ekspres, Senin (24/11/2025).
Aksi penanaman ini, sambungnya, dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di kawasan Gunung Rahayu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
"Lokasi ini dipilih atas peran vital wilayah Bojong yang secara geografis berfungsi sebagai daerah tangkapan air atau catchment area atau disebut juga "tangki air" alami bagi pusat kota Purwakarta," ujar Agit.
Hutan di kawasan ini, kata dia, bertugas untuk menangkap air hujan dan menyimpannya menjadi cadangan air tanah. Lebih lanjut Agit menjelaskan bahwa degradasi lingkungan di wilayah hulu, seperti Bojong, akan berdampak langsung pada krisis air di wilayah hilir.
"Logikanya sederhana, jika pohon di hulu Bojong hilang, pasokan air bersih di Purwakarta terancam," ucapnya bernada serius.
Oleh karena itu, lanjut dia, Semua Senyum menargetkan 100 orang relawan untuk turun tangan secara langsung dalam aksi "Menanam Pohon Gunung Rahayu".
"Ini bukan sekadar menanam, tapi upaya konkret menyelamatkan masa depan air kita," kata Agit menambahkan.
Dalam kegiatan ini, kata Agit, panitia menyiapkan berbagai jenis bibit pohon dengan pendekatan konservasi dan ekonomi.
Jenis pohon yang akan ditanam meliputi tanaman keras seperti Sengon dan Mahoni untuk penguatan struktur tanah, serta tanaman produktif seperti Alpukat, Durian, dan Kopi.
"Pemilihan jenis pohon ini disengaja. Selain berfungsi ekologis menahan air dan mencegah longsor, pohon-pohon ini kelak memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar dari hasil panen buah dan kopinya," ujar Agit.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan biaya kontribusi yang terjangkau, yakni minimal Rp15.500. Biaya tersebut sudah mencakup bibit pohon, tiket masuk, konsumsi, dan donasi sedekah.
"Panitia juga mewajibkan seluruh relawan membawa botol minum atau tumbler masing-masing sebagai komitmen mengurangi sampah plastik," ucapnya.
Masyarakat yang berminat bergabung menjadi relawan dapat mendaftarkan diri melalui laman semuasenyum.id/haripohon.(add/sep)
