Polres Purwakarta Bongkar Sindikat Pencuri Minimarket, Amankan Tiga Pelaku, Kerugian Capai Rp100 Juta

PASUNDANEKSPRES.ID-Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta berhasil membongkar sindikat pencurian lintas kabupaten yang menyasar minimarket di wilayah Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya.
Polisi juga berhasil menangkap tiga pelaku utama setelah menelusuri serangkaian aksi pembobolan di empat lokasi berbeda. Ketiganya adalah Heri Dianto (36), Genta Persada Koesmidady (41), dan Jamaludin (32).
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengungkapkan, para tersangka merupakan bagian dari jaringan pencuri toko modern yang juga beraksi di wilayah Kabupaten Karawang.
"Tiga tersangka ini merupakan bagian dari sindikat pencurian lintas kabupaten. Mereka sudah beberapa kali beraksi, termasuk di dua Alfamart dan dua Indomaret di Purwakarta," kata Anom dalam konferensi pers di Mapolres Purwakarta, Selasa (14/10/2025).
Aksi mereka, kata Anom, terekam dalam sejumlah CCTV di lokasi kejadian, di antaranya kawasan Indo Bharat, Kota Bukit Indah, dan Maracang. Polisi juga mencatat, kelompok ini beraksi dengan rapi dan terorganisir.
Dari hasil penyelidikan, pelaku beraksi saat minimarket telah tutup pada malam hari.
Mereka lebih dulu memantau situasi sekitar, lalu membobol atap bangunan untuk masuk ke dalam toko.
"Setelah berhasil masuk, para pelaku mengambil rokok, e-liquid, dan barang elektronik kecil yang mudah dijual kembali," ujar Anom.
Polisi menyita satu unit mobil Toyota Vios hitam bernopol B 1474 SED, gunting baja besar dan kecil, satu tangga, serta 19 buah pod e-liquid hasil curian.
Selain tiga tersangka yang diamankan, ia menyebutkan, polisi kini masih memburu tiga pelaku lainnya yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), masing-masing berinisial T, R, dan H.
"Terhadap para pelaku yang telah kami amankan, kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," ucapnya.
Dari empat toko yang dibobol, Anom menyebutkan, kerugian total diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Ia juga mengimbau masyarakat serta pengelola minimarket agar meningkatkan sistem keamanan di tempat usaha masing-masing.
"Kami minta agar pengelola toko lebih waspada, aktifkan CCTV, dan pasang alarm pengaman untuk mencegah kejahatan serupa terulang," kata Anom.(add/sep)
