Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tawuran Janjian Via Medsos Diungkap Polres Purwakarta, Korban Alami Luka Bacok di Kepala

A
Adam SumartoEditor: Indrawan Setiadi
|16:16 WIB
Bagikan:
Tawuran Janjian Via Medsos Diungkap Polres Purwakarta, Korban Alami Luka Bacok di Kepala
Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak pada aksi tawuran yang terjadi di Kawasan Perhutani Sukamaju, Kampung Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

PASUNDANEKSPRES.ID - Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak pada aksi tawuran janjian via Medsos yang terjadi di Kawasan Perhutani Sukamaju, Kampung Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/4/2026).

Wakapolres Purwakarta Kompol Sosialisman Muhammad Natsir mengatakan, aksi tawuran tersebut mengakibatkan korban yang merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial RL (15) mengalami luka bacok di bagian kepala sebelah kanan, lengan kanan dan kiri serta pada bagian paha kiri.

"Korban merupakan siswa MTs di Purwakarta dan tercatat sebagai warga Kampung Coblong, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered," kata Sosialisman saat menggelar konferensi pers di Mapolres Purwakarta, Senin (20/4/2026).

Adapun tersangka, sambungnya, juga ABH berinisial NF (15) yang merupakan siswa SMK dan tercatat sebagai warga Kampung Pangukupan, Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

"Seorang tersangka lainnya atas nama ANS (18), siswa SMK yang tercatat sebagai warga Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta," ujarnya.

Tawuran Janjian Via Medsos di Purwakarta

Ia pun menjelaskan modus operandi aksi kekerasan tersebut diawali dengan kesepakatan antara dua komunitas atau tawuran janjian via Medsos dulu untuk saling bertemu dan melakukan tawuran.

Kedua komunitas tersebut beranggotakan gabungan pelajar dari beberapa sekolah negeri dan swasta, baik itu tingkat SMP, MTs, SMA, SMK.

"Motif melakukan tawuran sebagai pembuktian jati diri dan mendapat pengakuan di dalam kelompok atau komunitasnya, serta untuk dijadikan konten di akun sosial medianya. Pasalnya, mereka merekam setiap aksi tawuran yang dilakukan," ucapnya.

Untuk kronologinya, lanjut dia, baik kedua pelaku maupun korban sama-sama memiliki komunitas sosial media.

Di mana, isi konten dari sosmed tersebut merisi tentang video tawuran yang sudah dilaksanakan oleh komunitasnya masing-masing," kata Sosialisman.

Diketahui, korban bersama komunitasnya melakukan pencarian lawan tawuran melalui akun Instagram pada hari kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, yang dijawab oleh akun Instagram komunitas pelaku sehingga ditentukan waktu dan lokasi tawuran.

Selanjutnya, pada pukul 21.00 WIB komunitas pelaku yang berjumlah delapan orang telah hadir lebih dulu di TKP. Tak berselang lama, datang rombongan komunitas korban yang juga berjumlah delapan orang.

Sejurus kemudian, tawuran janjian via Medsos dulu akhirnya terjadi, di mana, masing-masing komunitas menggunakan senjata tajam jenis parang, samurai, dan celurit. Hingga salah seorang anggota mengalami luka dan tawuran pun berhenti.

Ketika ada korban jatuh, kedua komunitas berhenti dan membubarkan diri. Selanjutnya, korban luka segera dilarikan RS Rama Hadi Purwakarta untuk dilakukan pertolongan.

"Kedua pelaku pembacokan disangkakan Pasal 80 ayat 1 dan ayat 2 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23
Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya tiga tahun enam bulan dan paling lama lima tahun penjara," ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, sebilah senjata tajam jenis celurit bergagang warna ungu dengan panjang 80 cm. Kemudian senjata tajam jenis samurai bergagang warna coklat dengan panjang 80 cm.

Turut diamankan pula sebuah senjata tajam jenis gobang warna silver dengan panjang satu meter serta satu unit Honda Genio Nopol T 5821 JM, warna biru atas nama Komarudin Al Afghan dan satu unit Honda Beat Nopol T 2784 RA, warna Merah Putih, atas nama Sumaedi.(add)

Berita Terbaru

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle28 menit lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional33 menit lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle1 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle2 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional2 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional2 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional2 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline2 jam lalu