Teknisi Ponsel Indonesia Ungkap 40 Persen Teknisi HP Jawa Barat Telah Bersertifikat Kemenaker

PURWAKARTA-Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) kembali menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi para teknisi handphone melalui sebuah workshop dan silaturahmi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Alenia, Jalan Veteran, Ciseureuh, Purwakarta, ini menjadi momentum penting bagi peningkatan profesionalisme teknisi ponsel di tanah air.
Sebagai wadah berkumpulnya para teknisi servis handphone di seluruh Indonesia, TESPOIN secara rutin mengadakan pelatihan, workshop, uji kompetensi, hingga ajang kompetisi keahlian teknis. Organisasi ini juga aktif berkolaborasi dengan instansi pemerintah, seperti Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), guna mendorong sertifikasi resmi demi meningkatkan standar keahlian, kredibilitas, dan kesejahteraan anggotanya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam acara tersebut, Perwakilan Kemenaker, Asrul Hasibuan, mengungkapkan kabar menggembirakan terkait kompetensi teknisi di Jawa Barat. Ia menyebut bahwa setidaknya 40 persen dari ratusan anggota TESPOIN di Jawa Barat telah berhasil menyelesaikan uji kompetensi yang dikeluarkan secara resmi oleh Kemenaker.
"Pemilik sertifikat ini dapat dikategorikan sebagai ahli dalam bidangnya. Sertifikat kompetensi tersebut juga ditegaskan dapat dijadikan rujukan atau syarat bagi anggota TESPOIN yang sudah menyelesaikan uji kompetensi untuk mengikuti pengadaan pekerjaan di dinas pemerintahan," ujar Asrul Hasibuan Minggu (1/11/2026).
Sementara itu, Ketua Asosiasi TESPOIN, Kang Agin, menyampaikan rasa apresiasinya atas perkembangan sumber daya manusia (SDM) di organisasinya. Ia mengaku cukup puas dan bangga karena para anggota TESPOIN kian hari terus menunjukkan peningkatan kemampuan dan profesionalisme yang signifikan.
Dari sisi pemerintah daerah, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Tuti Gantini, menyoroti besarnya potensi bisnis di bidang servis elektronik dan handphone. Menurutnya, profesi ini merupakan ladang bisnis yang sangat menjanjikan dan layak dijadikan profesi utama.
Tuti mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Purwakarta untuk lebih aktif memberikan bimbingan teknis dan pelatihan bagi para pemula. "Ruang bisnis servis handphone ini sangat menjanjikan. Patut kiranya Dinas Tenaga Kerja Purwakarta melakukan bimbingan teknis atau pelatihan untuk pemula. Hal ini dapat membuka ruang hidup yang baik, sehingga pemuda di Purwakarta tidak melulu meninggalkan hidupnya dengan target bekerja di pabrik, melainkan bisa menjadi wirausaha atau teknisi yang mandiri," tegas Tuti.
Kegiatan workshop ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu antar teknisi, tetapi juga langkah konkret dalam mencetak teknisi ponsel yang kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing tinggi.(mas/sep)
