Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bisa Dipenjara? Larangan Mencoret-coret Uang.

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|18:09 WIB
Bagikan:
Bisa Dipenjara? Larangan Mencoret-coret Uang.
Bisa Dipenjara? Larangan Mencoret-coret Uang. (Sumber Foto Berita Jawa Barat Hari Ini.)

PASUNDAN EKSPRES- Hai semuanya, kembali lagi dengan kami, pembawa informasi bagi calon sarjana di luar sana.

Sudah pernahkah kalian merasa terbingung saat menerima kembalian uang yang terlihat sudah rusak? Terkadang, tidak hanya rusak secara fisik, tetapi juga terdapat coretan atau gambar-gambar di atasnya.

Pertanyaannya, apakah uang semacam ini masih layak untuk digunakan? Bagaimana seharusnya kita menangani uang-uang semacam ini?

Uang, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah alat tukar atau standar pengukur nilai yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara dalam bentuk kertas, emas, perak, atau logam lainnya.

Dapat dikatakan bahwa uang adalah salah satu elemen kunci dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi indikator penting dalam kegiatan ekonomi.

Di Indonesia, Perum Peruri adalah lembaga BUMN yang memiliki hak untuk mencetak uang, baik kertas maupun logam.

Uang Rupiah, selain sebagai alat tukar, juga menjadi lambang negara yang mencerminkan berbagai aspek kebudayaan, sejarah, dan alam Indonesia.

Namun, perlu diingat bahwa setiap desain uang, baik kertas maupun logam, mengandung nilai simbolis yang harus dihormati.

Tindakan merusak atau mencoret uang bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan merusak kepercayaan publik terhadap nilai mata uang.

Meskipun demikian, ada pertanyaan yang sering muncul, apakah uang yang sudah rusak masih dapat digunakan?

Menurut kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, uang yang rusak masih bisa digunakan untuk transaksi, tetapi sebaiknya ditukarkan ke Bank Indonesia karena kategori "uang tidak layak edar".

Ada tiga kategori utama uang rusak: rusak parah, lusuh, dan uang yang sudah dicabut dari peredaran.

Uang rusak parah atau uang lusuh masih dapat ditukarkan dengan syarat tertentu, sementara uang yang sudah dicabut dari peredaran hanya dapat ditukarkan dalam jangka waktu tertentu.

Mengapa di Indonesia sering ditemukan uang yang rusak? Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan uang.

Di negara-negara maju, orang-orang lebih cenderung untuk menukarkan uang lama dengan yang baru secara berkala.

Kesimpulannya, menjaga kebersihan uang dan tidak merusaknya adalah tanggung jawab bersama.

Sebagai warga negara yang baik, marilah kita bersama-sama menjaga integritas nilai mata uang kita. Dengan begitu, tidak hanya stabilitas ekonomi yang terjaga, tapi juga kepercayaan publik terhadap lambang kedaulatan negara kita, uang Rupiah.

Terima kasih telah membaca informasi ini. Sampai jumpa di artikel kami berikutnya!

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat2 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang2 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang3 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang3 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang3 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang3 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang3 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang3 jam lalu