Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kronologi Peringkusan 6 Warga WNI yang Terlibat Pencurian Jam Tangan Di Hong Kong!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|21:25 WIB
Bagikan:
Kronologi Peringkusan 6 Warga WNI yang Terlibat Pencurian Jam Tangan Di Hong Kong!
Kronologi Peringkusan 6 Warga WNI yang Terlibat Pencurian Jam Tangan Di Hong Kong!

PASUNDAN EKSPRES - Enam Warga Negara Indonesia (WNI) terlibat dalam perampokan di sebuah toko jam tangan mewah di Hong Kong dan sebagian dari mereka telah ditahan oleh Kepolisian Hong Kong (HKPF). Informasi ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha.

Menurut Judha, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong telah menerima laporan dari HKPF terkait penangkapan enam WNI terkait kasus perampokan di Causeway Bay. KJRI telah meminta akses kekonsuleran untuk bertemu dengan para WNI tersebut.

"HKPF akan memberikan akses segera setelah proses penyelidikan selesai dan mendapatkan izin dari para WNI," kata Judha kepada awak media pada Rabu (20/3/2024).

Dari keenam WNI yang ditangkap, empat di antaranya telah ditahan di fasilitas koreksional HKPF, sementara dua lainnya dibebaskan dengan jaminan. "Menurut informasi dari HKPF, empat orang saat ini ditahan di fasilitas koreksional HKPF dan dua orang lainnya dibebaskan dengan jaminan. Empat orang telah memberikan izin untuk akses kekonsuleran, sedangkan dua lainnya belum," ungkap Judha.

KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan HKPF untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan memastikan para WNI tersebut mendapatkan akses kekonsuleran bagi yang telah memberikan izin serta mendapatkan pendampingan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Judha juga mengungkapkan bahwa kasus perampokan toko jam tangan mewah kerap terjadi di Hong Kong dalam tiga tahun terakhir, dan HKPF menduga bahwa perampokan tersebut dilakukan oleh sindikat.

Perampokan tersebut terjadi pada tanggal 28 Februari di Jalan Foo Ming, di mana tiga perampok bersenjata pisau dan palu mengambil alih 25 jam tangan dengan nilai pasar mencapai HK$ 6,12 juta (Rp 12,3 miliar) sebelum melarikan diri dengan mobil pribadi.

HKPF berhasil menemukan mobil pelarian dan menangkap enam tersangka, yang semuanya adalah WNI. Tiga di antaranya telah didakwa atas perampokan, sementara tiga lainnya masih dalam penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata Inspektur Kepala Lo Ka-chun dari unit kejahatan regional HKPF.

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline20 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga38 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline57 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu