Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sekolah-sekolah di Lahore Ditutup, Polusi Udara terus Meningkat

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|08:23 WIB
Bagikan:
Sekolah-sekolah di Lahore Ditutup, Polusi Udara terus Meningkat
Sekolah-sekolah di Lahore Ditutup, Polusi Udara terus Meningkat (Image From: Asharq al-Awsat)

PASUNDAN EKSPRES - Sekolah-sekolah di Lahore di tutup karena polusi mencapai rekor tertinggi.

Polusi udara yang terjadi di kota Lahore, Pakistan termasuk kejadian yang belum pernah terjadi, di mana pihak berwenang telah menutup semua sekolah dasar selama seminggu. 

Sekolah-sekolah di Lahore Ditutup, Polusi Udara Meningkat

Dilansir dari BBC News, 50% pekerja kantoran juga akan bekerja dari rumah mulai hari Senin (4/11). Selain itu, larangan penggunaan becak bertenaga mesin dan pedagang yang memanggang tanpa filter. 

BACA JUGA: Unik Banget! Negara di Amerika Ini Banyak Orang Jawa, Tapi Nggak Bisa Bahasa Indonesia!

BACA JUGA: Ethiopia, Negara dengan Kalender 13 Bulan Unik Banget!

“Kabut asap ini sangat berbahaya bagi anak-anak, jadi pemakaian masker harus diwajibkan di sekolah-sekolah,” kata Menteri Senior Punjab, Marriyum Aurangzeb.

Lahore yang merupakan kota terbesar kedua di Pakistan, kembali menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari Minggu (3/11).

Indeks kualitas udara mencapai lebih dari 1.000 pada hari Sabtu, jauh di atas batas 300 yang sudah dianggap "berbahaya" oleh Organisasi Kesehatan Dunia, menurut data dari IQAir.

Kadar partikel halus di udara, yang paling berbahaya bagi kesehatan juga meningkat ke level yang membahayakan.

Pejabat senior lingkungan, Raja Jehangir Anwar, menyatakan bahwa masalah terbesar yang menyebabkan kabut asap ini adalah praktik membakar sisa tanaman, atau tunggul, yang dilakukan di seberang perbatasan India.

Aurangzeb menjelaskan bahwa asap tersebut terbawa oleh angin kencang hingga mencapai Pakistan.

Ia juga menyebut bahwa masalah polusi udara yang melanda Pakistan tidak bisa diselesaikan tanpa adanya pembicaraan dengan India. 

Sementara itu, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap di rumah dan menghindari bepergian jika tidak mendesak.

Kendaraan dengan pompa, menyemprotkan air ke udara untuk membantu mengurangi kabut asap. Kegiatan konstruksi juga dihentikan di beberapa area tertentu.

Kondisi akan dievaluasi lagi pada hari Sabtu mendatang untuk memutuskan apakah sekolah-sekolah perlu tetap ditutup atau tidak. 

(ipa)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional54 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu