Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

iPhone = Sultan? Yuk, Bongkar Stigma Punya iPhone Sama dengan Orang Kaya!

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|17:04 WIB
Bagikan:
iPhone = Sultan? Yuk, Bongkar Stigma Punya iPhone Sama dengan Orang Kaya!
iPhone = Sultan? Yuk, Bongkar Stigma Punya iPhone Sama dengan Orang Kaya!

PASUNDAN EKSPRES- Oke, cuy, belakangan ini iPhone lagi rame banget dibahas di Indonesia gara-gara mereka baru aja launch iPhone 16.

Tapi kali ini gue nggak mau bahas spesifikasi atau review iPhone-nya.

Yang pengen gue omongin adalah stigma yang berkembang di masyarakat "punya iPhone atau produk Apple sama dengan kaya atau Sultan." 

Stigma ini pasti udah nggak asing lagi buat kalian, kan?

Nah, kenapa sih iPhone dan produk Apple bisa dianggap sebagai simbol status sosial?

Buat yang belum tahu, simbol status itu adalah tanda-tanda yang bikin seseorang beda dari yang lain.

Contohnya, mobil mewah, rumah, jam tangan mahal, sepatu branded, dan sebagainya.

Simbol status ini biasanya keliatan dari cara berpakaian, lingkungan pergaulan, sampai cara ngabisin waktu luang.

Menurut sosiologi, ada dua jenis status: "Ascribed Status" yang didapetin dari lahir, kayak anak bangsawan yang otomatis juga dianggap bangsawan.

Sedangkan yang kedua adalah "Achieved Status", yaitu status yang diperoleh dari usaha sendiri, entah itu kerja keras, pencapaian, atau prestasi yang diraih.

Nah, hubungannya dengan Apple gimana? Kenapa iPhone sering dianggap sebagai simbol status orang kaya?

Bahkan, menurut laporan dari University of Chicago dan National Bureau of Economic Research, punya iPhone sering dikaitkan sama status ekonomi tinggi.

Mereka bilang, kalau ada seseorang yang punya iPhone, besar kemungkinan orang itu masuk kategori ekonomi atas.

Tingkat akurasi prediksi ini bisa mencapai 69%, loh. Hmm, cukup menarik ya!

Salah satu alasan kenapa iPhone dianggap simbol orang kaya adalah karena harganya yang nggak main-main.

Produk Apple, seperti yang kita tahu, memang nggak ada yang murah.

Misalnya, harga iPhone 7 dulu mulai dari $649, sekarang harganya bisa naik 54%!

Belum lagi produk lain kayak Mac Mini yang harganya naik 60%. Jadi, Apple bukan cuma bikin gadget, tapi juga bikin identitas sosial buat para penggunanya.

Alasan lainnya adalah cara marketing Apple yang super smart. Mereka selalu menampilkan produk mereka sebagai barang premium, eksklusif, dan simpel.

Branding minimalis ini emang sengaja dibikin untuk menunjukkan kalau produk Apple itu punya kelas tersendiri.

So, nggak heran kalau produk ini sering dianggap sebagai barang mewah, meskipun nggak semua yang punya iPhone beneran kaya.

Ngomong-ngomong soal iPhone, banyak juga loh yang belinya pake cara kredit atau bahkan sampe gadai barang.

Jadi, sebenernya nggak semua pengguna iPhone itu kaya. Ada yang beli cuma buat ngejar gengsi doang, tapi nggak ngerti gimana maksimalin fitur-fitur canggihnya.

Intinya, sih, gue pribadi nggak setuju sama stigma ini. Karena, jujur aja, nggak semua user iPhone itu kaya atau sukses.

Kadang, ada juga yang cuma ikut-ikutan tren biar nggak ketinggalan alias FOMO.

So, kalau lo beli iPhone atau produk apa pun, pastiin belinya sesuai kebutuhan, ya, bukan cuma buat gengsi.

Gimana menurut kalian? Setuju nggak iPhone dianggap sebagai simbol status orang kaya? Share pendapat kalian di kolom komen, ya!

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle3 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat5 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang5 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang5 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang5 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang5 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang5 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang5 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang5 jam lalu