Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bibit Siklon Tropis 93W Terpantau, Indonesia Siap Hadapi Cuaca Ekstrem!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|18:49 WIB
Bagikan:
Bibit Siklon Tropis 93W Terpantau, Indonesia Siap Hadapi Cuaca Ekstrem!
Bibit Siklon Tropis 93W Terpantau, Indonesia Siap Hadapi Cuaca Ekstrem!

PASUNDAN EKSPRES - Indonesia bersiap untuk cuaca yang basah dan dingin selama seminggu ke depan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diprediksi akan mengguyur berbagai daerah dari tanggal 25 hingga 30 September 2024. Kelembapan udara yang meningkat di Pulau Jawa menjadi salah satu faktor utama cuaca ini, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk hujan yang datang tiba-tiba.

Melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG menyatakan, "Sepanjang minggu lalu, beberapa wilayah di bagian utara Indonesia masih dapat curah hujan tinggi." (24/09/24). Hujan ini datang tanpa banyak tanda-tanda, jadi jangan sampai lengah dan terkena hujan saat sedang di luar!

Apa Penyebab Hujan Terus-Menerus?

Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa beberapa daerah di Indonesia terus-menerus diguyur hujan? BMKG mengungkapkan bahwa penyebabnya adalah aliran udara lembap yang berasal dari Samudera Hindia. Udara ini membawa awan konvektif, dan ditambah dengan suhu laut yang hangat, potensi hujan deras semakin besar, terutama di wilayah barat dan tengah Pulau Jawa.

BMKG menambahkan, "Kondisi ini menciptakan peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir di beberapa daerah, terutama pada sore hingga malam hari." Jadi, kalau sudah sore, lebih baik siapkan payung atau jas hujan agar tidak terjebak hujan mendadak!

Dampak Angin Monsun Timuran untuk Jawa

Biasanya, angin monsun timuran bersifat kering, namun kali ini berbeda. Kelembapan udara yang tinggi akibat dinamika atmosfer menyebabkan peningkatan curah hujan di Pulau Jawa. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan melanda banyak daerah di Indonesia selama beberapa hari ke depan.

Daerah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG telah merilis daftar daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan deras dan angin kencang mulai 25 hingga 30 September 2024. Daerah-daerah tersebut meliputi:

- Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

- Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur

- Bali, NTB, NTT

- Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

- Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan

- Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan

BMKG juga menyoroti bahwa beberapa daerah seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan harus waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat menyebabkan kerusakan.

Fenomena Atmosfer Lainnya: Gelombang Ekuator dan Bibit Siklon Tropis

Selain hujan deras dan angin kencang, beberapa fenomena atmosfer juga turut aktif dan mempengaruhi cuaca Indonesia. Fenomena seperti Gelombang Ekuator Rossby dan Bibit Siklon Tropis 93W sedang berlangsung, memberikan dampak pada beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. BMKG juga mencatat bahwa MJO (Madden-Julian Oscillation) sedang aktif di wilayah Western Pacific, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan bagi curah hujan di Indonesia.

Di sisi lain, Gelombang Kelvin juga terdeteksi di beberapa wilayah seperti Aceh, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Awas, Bibit Siklon Tropis 93W!

BMKG memperingatkan adanya Bibit Siklon Tropis 93W yang terdeteksi di Laut China Selatan. Fenomena ini menciptakan daerah konfluensi atau pertemuan angin yang memanjang di wilayah tersebut. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Maluku Utara juga membentuk daerah konvergensi, yaitu perlambatan angin yang meningkatkan potensi hujan di Papua Barat.

Daerah lain seperti pesisir barat Kalimantan Barat hingga Laut Natuna, pesisir selatan Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dan beberapa lokasi lainnya juga mengalami perlambatan kecepatan angin, yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional1 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang1 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang2 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang2 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional3 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang4 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional5 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle5 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang5 jam lalu