Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Viral!! Penerima KIPK Pamerkan Gaya Hidup Hedon yang Picu Kontroversi

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|23:51 WIB
Bagikan:
Viral!! Penerima KIPK Pamerkan Gaya Hidup Hedon yang Picu Kontroversi
Penerima KIPK pamer gaya hidup hedon yang kini picu kontroversi. (ilustrasi designed @freepik)

PasundanEkspres - Jejak media sosial dihebohkan oleh kabar seorang siswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) yang memperlihatkan gaya hidup hedon. Kisah ini menjadi viral ketika tangkapan layar dari platform sosial menunjukkan siswa tersebut memiliki barang-barang mewah dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kriteria penerima KIPK.

Sejumlah netizen bahkan mempertanyakan apakah siswa tersebut masih berhak menerima bantuan KIPK, yang seharusnya ditujukan bagi mereka yang kurang mampu. Kontroversi ini semakin memanas ketika terungkap bahwa sejumlah siswa penerima KIPK melakukan hal yang sama.

Respon dari pihak terkait pun bermunculan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa bantuan KIP hanya ditujukan bagi individu yang tidak mampu.

Namun kasus siswa penerima KIPK yang memamerkan gaya hidup hedon membuka diskusi lebih luas mengenai kriteria dan pengawasan penerima bantuan pendidikan. Berikut adalah ringkasannya:

"Mohonlah yang memiliki KIPK sudah merasa mampu dilepaskan KIPK-nya untuk adik tingkat yang membutuhkan kuliah, enak sekali menggunakan dana pemerintah untuk kemewahan... di dunia dihukum tidak seberapa, di akhirat akan dibalas," ungkap @senarara_.

"Harus dikenakan sanksi sosial. Di era ini, sanksi sosial memiliki efek yang lebih mampu membuat orang jera (jika orang tersebut memiliki rasa malu). Dihujat? Itu risikonya. Malah bagus, dengan adanya peristiwa seperti ini, KIPK dapat diperketat lagi dan sistemnya bisa diperbaiki agar lebih tepat sasaran," ujar @Mochacincau_.

"Saya sangat berharap dengan banyaknya kasus seperti ini dapat membuat sistem KIPK diperbaiki lebih ketat lagi, terutama bagi mereka yang tidak bertanggung jawab, sia-sia pemerintah membuat ini dan itu tetapi mental koruptor berkedok orang dalam di dalam sistemnya masih berkeliaran," kata @divvasongg.

"Bukankah KIPK memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier? Selama latar belakang keluarganya kurang mampu, dana KIPK sah-sah saja untuk digunakan secara hedon. Memang dari pemerintahnya membuat KIPK untuk meningkatkan taraf hidup penerima, bahkan untuk kebutuhan tersier," ujar @masamudera.

"Jika Anda menggunakan dana KIPK untuk membeli kebutuhan tersier, Anda sombong dan egois sungguh, uang yang Anda gunakan berasal dari pajak untuk membeli barang mahal, padahal di luar sana ada yang lebih membutuhkan... jadi seharusnya jika Anda menerima dana KIPK, Anda harus memiliki kesadaran. Gunakan dana tersebut sebijak mungkin," pendapat @mengengineernow.

"Salahkan saja sistem. Jika sudah tahu diri mampu, maka tidak perlu mendaftar. Anda pikir semua orang otomatis terdaftar dan tiba-tiba menjadi terpilih dan semuanya salah sistem tiba-tiba? Tidak. Saya tahu saya mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT saya 16 juta), saya tidak mendaftar KIPK MENGETAHUI bahwa banyak yang lebih membutuhkan. Sederhana seperti itu," pendapat @JokoAndrewanto.

"Yang dibenci adalah anak-anak yang KAYA TAPI MENDAFTAR KIPK DAN LOLOS! Jika tepat sasaran, maka berarti mereka berhak mendapatkan bantuan pendidikan melalui KIPK. Bagaimana tidak benci teman-teman yang biasa kesulitan membayar uang kuliah eh yang sudah kaya malah semakin kaya melalui KIPK," ujar @aellter.

"Tapi JIKA ANDA SUDAH MAMPU karena bekerja, harap dilepaskan dan jangan serakah. Baiklah ini awalnya menggunakan KIPK untuk berkembang, tetapi jika sudah cukup dan mampu bahkan bisa membeli banyak kebutuhan tersier yang MAHAL, lepaskan. KIPK bukan hak Anda lagi," kata @mancvester.

Berita Terbaru

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional14 menit lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle34 menit lalu
Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Nasional1 jam lalu
Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Jawa Barat1 jam lalu
Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Subang1 jam lalu
4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

Subang4 jam lalu
Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Purwakarta4 jam lalu
Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Nasional4 jam lalu
Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Jawa Barat4 jam lalu