Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut, Ini Penjelasan Dekanat

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|09:58 WIB
Bagikan:
Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut, Ini Penjelasan Dekanat
Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut (Foto: website resmi Fisip Unair)

PASUNDAN EKSPRES - Pembekuan terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Airlangga Surabaya kini resmi dicabut.

Diketahui, beberapa waktu lalu BEM FISIP Unair dibekukan oleh dekanat lantaran memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga terhadap pelantikan presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Karangan bunga itu berisikan ucapan selamat bernada satire kepada presiden dan wakil presiden pada Selasa (22/10).

Rupanya, karangan bunga tersebut menjadi viral di sejumlah media sosial seperti X dan TikTok, yang mengundang respons pro dan kontra dari berbagai netizen.

Atas hal tersebut, Dekan FISIP Unair, Prof Bagong Suyanto menyatakan BEM FISIP Unair dibekukan.

BACA JUGA:5 Daftar Kampus Dengan UKT Paling Mahal di Indonesia, Cek Yuk!

Hal ini tentunya mengundang reaksi protes dari berbagai pihak yang dianggap membungkam suara mahasiswa dan tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bebas berpendapat.

Pada Senin, 28 Oktober 2024, Dekanat FISIP Unair resmi mencabut pembekuan BEM FISIP usai melakukan audiensi bersama dengan Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayah Bachtiar di Ruang Dekanat, Gedung Soetandyo, Unair Kampus B.

Hasil dari audiensi ini menghasilkan kesepakatan bersama antara Dekanat dan BEM FISIP untuk menjaga marwah akademik melalui penyampaian kritik yang etis dan santun.

Dekan FISIP Unair, Prof Bagong Suyanto mengingatkan agar mahasiswa untuk tidak keluar koridor akademik saat penyampaian aspirasi.

Dia juga menegaskan bahwa Unair tidak pernah membatasi hak mahasiswa untuk mengeluarkan aspirasi dan pendapat.

BACA JUGA:6 Tips Memilih Kampus untuk Kamu sang Mahasiswa Baru, Biar Gak Salah Langkah, nih

"Kami sudah bersepakat dengan Mbak Tuffa (Ketua BEM FISIP, red) dan teman-teman BEM bahwa fakultas tidak ingin mengembangkan kultur yang terbiasa menggunakan diksi-diksi kasar dalam kehidupan politik. Kami sepakat untuk memilih menggunakan diksi yang sesuai dengan kultur akademik," ucap Bagong dalam keterangan resminya, Senin (28/10).

Lebih lanjut, Bagong menjelaskan alasan pembekuan BEM FISIP Unair itu sepenuhnya karena penggunaan diksi yang tidak sesuai dengan kultur akademik di kampus.

Guru Besar Sosiologi FISIP Unair itu menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh lupa dengan marwah akademik.

"Sepenuhnya karena diksi. Jadi kami ini juga sering menulis. Kami juga mengkritik kalau ada politisi yang menggunakan diksi yang kasar, yang menurut saya tidak mendidik bangsa Indonesia. Ketika anak-anak mahasiswa melakukan hal yang sama, tentu menjadi tugas moral kami mengingatkan supaya mahasiswa tidak ikut-ikutan larut dalam kegiatan politik yang menggunakan diksi tidak sopan," jelasnya.

Sementara itu, terkait keputusan pembekuan kepengurusan BEM FISIP diambil sebab pihaknya tidak ingin membiarkan adanya pelanggaran etika akademik dan penggunaan hate speech di lingkungan fakultas dinormalisasi oleh mahasiswa.

"Saya tidak mau berada di posisi yang seolah-olah membiarkan pelanggaran etika akademik terjadi, karena penggunaan hate speech itu sesuatu yang tidak benar secara politik," tandasnya. (inm)

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional9 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang9 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang10 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang10 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional11 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang12 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional13 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle13 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang13 jam lalu