SUBANG-Menyikapi isu dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite hingga menyerupai Pertamax, Satuan Tugas (Satgas) Asta Cita Satreskrim Polres Subang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Subang.
Kegiatan sidak ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, serta melibatkan UPTD Metrologi Kabupaten Subang.
“Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan takaran BBM sesuai standar, terutama menjelang bulan Ramadhan 2025, di mana permintaan BBM biasanya meningkat,” ungkapbya.
Dalam sidak tersebut, kata Bagus, petugas melakukan uji petik terhadap BBM jenis Pertamax di beberapa SPBU. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa takaran BBM masih dalam batas wajar.
“Alhamdulillah, untuk takaran, hasilnya bagus. Kami memastikan bahwa masyarakat yang membeli 1 liter BBM akan mendapatkan 1 liter sesuai takaran,” kata Bagus.
Namun, terkait kualitas BBM, pihak kepolisian masih membutuhkan uji laboratorium lebih lanjut untuk memastikan apakah ada indikasi pengoplosan.
“Kami tidak memiliki peralatan untuk menguji kualitas BBM secara langsung. Oleh karena itu, kami menunggu laporan dari masyarakat jika ada gangguan pada mesin kendaraan yang diduga disebabkan oleh kualitas BBM yang tidak sesuai,” tambahnya.
Dia menyebut, kegiatan sidak ini merupakan langkah proaktif Polres Subang dalam melindungi masyarakat dari praktik penjualan BBM tidak sesuai standar.
AKP Bagus menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan BBM.
Polres Subang juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan indikasi ketidaksesuaian kualitas atau takaran BBM di SPBU.
“Dengan kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan praktik pengoplosan BBM dapat dicegah dan diminimalisir,” tutupnya. (cdp)