Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

10 Kelompok Tani di Pasangrahan Dilatih Pembuatan Pupuk Organik

H
Hadi MartadinataEditor: Asep
|00:00 WIB
Bagikan:
10 Kelompok Tani di Pasangrahan Dilatih Pembuatan Pupuk Organik
pelatihan pembuatan pupuk organik bertajuk "Senyum Tani", pada Minggu (19/7/2026) lalu.

PASUNDANEKSPRES.ID - Upaya mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan mulai digerakkan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University 2026 menggandeng Kelompok Tani Organik Mandiri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta SUN Consulting by AQUA menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik bertajuk "Senyum Tani", pada Minggu (19/7/2026) lalu. 

Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat Kelompok Tani Organik Mandiri itu diikuti perwakilan dari 10 kelompok tani di Desa Pasanggrahan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi penggunaan pupuk organik di tengah masih tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Ketua Kelompok KKNT Inovasi IPB University Desa Pasanggrahan, Rahmat Hamdi, mengatakan program "Senyum Tani" lahir dari hasil pengamatan mahasiswa selama menjalankan KKN di desa tersebut.

Menurutnya, sebagian besar petani masih mengandalkan pupuk konvensional, padahal di Desa Pasanggrahan sudah terdapat satu kelompok tani yang berhasil menerapkan sistem pertanian semi-organik secara konsisten dan menghasilkan manfaat nyata bagi lahan pertanian. 

"Dari hasil observasi kami, mayoritas petani masih bergantung pada pupuk kimia. Sementara di Desa Pasanggrahan sudah ada Kelompok Tani Organik Mandiri yang berhasil menerapkan sistem semi-organik. Berangkat dari kondisi itu, kami ingin menjadikan keberhasilan tersebut sebagai contoh yang dapat ditularkan kepada kelompok tani lainnya," ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi di dalam ruangan, tetapi juga dirancang secara praktis agar mudah diterapkan oleh para petani.

Evaluasi Penerapan Pupuk Organik

Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya bahan organik dalam menjaga kesuburan tanah, sekaligus membagikan leaflet berisi panduan pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC). Selain itu, peserta juga menerima lembar pencatatan sebagai media evaluasi penerapan pupuk organik di lahan masing-masing. 

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Petani kami dorong untuk langsung mempraktikkan dan mencatat hasil penerapan pupuk organik sehingga ke depan dapat diketahui manfaatnya terhadap produktivitas lahan," jelasnya.

Sesi utama pelatihan dipandu langsung oleh Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri, Romaya, yang membagikan pengalaman menerapkan sistem pertanian semi-organik kepada peserta. Ia juga mengajak seluruh peserta melihat langsung proses pembuatan pupuk di rumah kompos milik kelompok tani.

Menurut Romaya, penggunaan pupuk organik bukan sekadar untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjadi langkah penting menjaga kelestarian lingkungan. 

"Harapan besar kami masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan melalui pertanian sehat menggunakan pupuk organik. Dengan cara itu kita bisa menjaga kesuburan tanah dan kelestarian alam Indonesia," katanya.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Pasanggrahan Juheri, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Pasanggrahan Yulia, perwakilan 10 kelompok tani, serta tim SUN Consulting by AQUA yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, seluruh peserta memperoleh masing-masing satu botol Pupuk Organik Cair (POC) secara gratis dari Kelompok Tani Organik Mandiri. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi petani untuk mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mencoba sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Aromaya menilai keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga kolaborasi berbagai pihak. 

"Program ini mempertemukan akademisi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga sektor swasta. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Pasanggrahan," ujarnya.

Melalui program "Senyum Tani", mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap semakin banyak petani yang berani beralih menuju sistem budidaya yang lebih sehat dan berkelanjutan.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle5 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle6 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline6 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat10 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga13 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional14 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional14 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat14 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline14 jam lalu