BPBD Subang Bentuk Relawan Trauma Healing, Tangani Korban Bencana hingga Bullying

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bentuk Layanan Dukungan Psikososial (LDP) atau Trauma Healing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembentukan relawan BPBD Subang yang difokuskan pada penanganan rehabilitasi fisik dan psikososial bagi korban bencana alam maupun sosial.
Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Subang, Aby Tommy, menjelaskan bahwa pelatihan LDP tahun ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang terus dikembangkan untuk memperkuat kapasitas tenaga teknis di bidang konseling pascabencana.
“Tahun kemarin kita dapat alokasi 30 orang, dan tahun ini meningkat menjadi 50 orang untuk dilatih sebagai tenaga teknis atau konselor LDP, atau yang biasa disebut petugas trauma healing,” jelas Aby Tommy kepada Pasundan Ekspres.
Aby menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan tiga unsur utama, yakni dari BPBD sendiri, Dinas Kesehatan melalui program kesehatan jiwa (Keswa), serta unsur AUSREN atau Kesnak, yang didukung oleh 10 orang relawan lintas profesi.
“Kita ingin membentuk tim yang solid dan punya kemampuan psikososial. Mereka nanti berperan setelah terjadinya bencana, baik dalam rehabilitasi fisik bangunan maupun pemulihan mental warga terdampak,” tambahnya.
Aby menjelaskan, bentuk penanganan trauma healing tidak hanya berlaku bagi korban bencana alam seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung, dan kebakaran rumah, tetapi juga diperluas untuk korban bullying atau kekerasan sosial.
“Korban bullying juga kita masukkan ke dalam kategori kebencanaan sosial. Karena itu kita butuh tenaga-tenaga teknis yang mumpuni untuk menangani dampak psikologisnya,” ujarnya.
Menurut Aby, kegiatan ini bertujuan agar para relawan memiliki kemampuan dalam melakukan rehabilitasi pascabencana, baik pada aspek fisik maupun mental.
“Ke depan kita ingin fokus pada kegiatan pascabencana, terutama dalam merehabilitasi mental atau kondisi psikososial korban. Tujuannya agar mereka bisa pulih, tidak mengalami trauma,” kata Aby.
Lebih lanjut, BPBD Subang menilai pentingnya pembentukan konselor lapangan atau tenaga teknis LDP sebagai bagian dari sistem tanggap darurat terpadu di daerah. Keberadaan mereka diharapkan mampu mempercepat pemulihan warga terdampak dan mencegah munculnya trauma sosial pascabencana.
“Inilah fungsi utama kita membentuk konselor atau tenaga teknis LDP, agar setiap bencana di Subang tidak hanya ditangani secara fisik, tapi juga secara mental,” pungkas Aby Tommy.(hdi/ded)
