Dari Bangku SMP ke Tiga Negara, Kisah 11 Tahun Ilham dan Putri

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah kemeriahan Nikah Seru Festival 2026, momen haru pecah saat nama Ilham dan Putri diumumkan sebagai pemenang grand prize liburan ke tiga negara: Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Di balik hadiah tersebut, tersimpan kisah panjang tentang kesetiaan, perpisahan, dan takdir yang mempertemukan kembali.
Kisah mereka bermula dari bangku SMP, belasan tahun silam. Bukan dari kafe atau aplikasi kencan, melainkan dari pertemanan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi rasa.
Ilham dan Putri adalah dua remaja yang saling mengenal sejak usia muda. Dari seragam putih-biru, benih perasaan itu mulai tumbuh—menjadi awal perjalanan panjang yang diuji waktu hingga 11 tahun.
Namun, perjalanan cinta mereka tak selalu mulus. Dalam kurun waktu tersebut, keduanya sempat berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.
“Kami pernah mencoba menjalin hubungan dengan orang lain. Ada masa kami pikir cerita ini sudah selesai,” ujar Ilham kepada Pasundan Ekspres.
Berbagai pengalaman itu justru menjadi proses pembelajaran. Mereka memahami arti kedewasaan, tentang menerima kekurangan, dan tentang siapa yang benar-benar layak diperjuangkan.
Ilham mengaku, sosok Putri selalu hadir di saat-saat sulit, termasuk ketika dirinya atau keluarganya membutuhkan.
“Kamu selalu ada, bahkan saat aku atau ibu sakit. Kamu merawat dengan tulus tanpa diminta,” kenangnya.
Dari situ, ia menyadari bahwa cinta bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan—tentang hadir dan bertahan, bahkan dalam kondisi paling sulit.
Waktu dan pengalaman akhirnya membawa mereka kembali ke titik yang sama. Pertemuan kali ini bukan lagi cinta remaja, melainkan keputusan matang untuk masa depan.
Ilham dan Putri Menikah
Tak butuh waktu lama, Ilham dan Putri memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan.
Keputusan mereka mengikuti program pembiayaan pernikahan dari Bank BJB dalam Nikah Seru Festival 2026 pun berbuah manis. Hadiah liburan ke tiga negara menjadi kado pernikahan sekaligus simbol perjalanan panjang mereka.
“Mungkin ini cara Tuhan mengapresiasi kesabaran kami. Kami kembali dengan versi yang lebih baik,” ujar Ilham.
Bagi Putri, kebahagiaan tak selalu tentang kemewahan. Ia justru hadir dalam hal-hal sederhana.
“Bahagia itu bisa sesederhana makan bakso, cimol, atau nasi goreng bersama. Kemewahan bagi kami adalah waktu yang dihabiskan berdua,” tuturnya.
Dari teman sebangku menjadi teman hidup, kisah mereka menjadi bukti bahwa cinta sejati bukan tentang tidak pernah berpisah, melainkan selalu menemukan jalan untuk kembali.
“Sebelas tahun ini mengajarkan kami, cinta sejati adalah memilih orang yang sama, berulang kali,” kata Putri.
Ia pun yakin, suatu hari nanti mereka akan menoleh ke belakang dan tersenyum—mengingat bahwa semuanya berawal dari dua anak SMP yang jatuh cinta, sempat tersesat, lalu pulang, dan akhirnya menemukan rumah pada satu sama lain. (cdp/ded)
