Derita Penyakit Syaraf Menahun, dr. Maxi Bantu Pengobatan Warga Tidak Mampu di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Sakit tulang saraf kejepit sudah menahun, warga Desa Binong Kecamatan Binong dibantu pengobatanya oleh Ketua IDI Kabupaten Subang dr. Maxi.
Keluarga tersebut tinggal di rumah semi permanen tak Layak huni berdinding Papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement), berukuran 4x5 meter di Desa Binong Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pasangan suami istri Ahmad dan Yati Hayati terlihat pasrah, dengan kondisi sakit yang dideritanya sejak setahun yang lalu.
Kondisi Yati Hayati dalam keadaan sakit sudah setahun itu, tak kuat berjalan hanya tergolek lemas di kasur ditemani anak laki laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 2 SMP.
Selain itu kehidupannya juga memperihatinkan, suaminya Ahmad hanya berjualan warung kecil yang modalnya tak seberapa, untuk menyambung hidup istri dan anak sekolah anaknya.
Kondisi penglihatan Ahmad pun yang terganggu membuat dirinya tak bisa bekerja dan tak bisa meninggalkan istrinya yang sudah tak bisa berjalan hanya terkulai lemas di kasur.
Ahmad menuturkan Istrinya sudah setahun sakit penyempitan saraf tulang belakang atau saraf kejepit itu, yang membuat istrinya tak bisa berjalan.
"Dulu pernah saat masih bisa jalan pernah menjalani pengobatan di RS PMC Pamanukan, namun belum ada tindakan medis hanya dikasih obat tahan nyeri saja," katanya kepada Pasundan Ekspres.
Menurut Ahmad, saat ini, sejak beberapa bulan ke belakang istrinya sudah tak menjalani pengobatan lagi ke Rumah Sakit akibat tak bisa berdiri dan jalan.
"Pengobatan di hentikan karena istri tak bisa jalan, kondisi penglihatan saya juga kurang normal jadi tak ada yang ngantar ke rumah sakit," tuturnya.
Rencananya, dalam waktu dekat istrinya akan kembali menjalani perawatan di Klinik Happy Healthy yang akan dibantu sepenuhnya oleh seorang dokter.
"Pak dokter Maxi akan membawa dan menjemput istri saya dengan ambulans untuk menjalani pengobatan.lebih lanjut," ucapnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Subang tersebut merasa tergugah ingin memberikan bantuan kepada perempuan berusia 45 tahun ini karena sakit saraf kejepit sehingga sulit berjalan, dan keseharian Yati hanya di atas kasur.
ASN yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Subang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut mengatakan, dari keterangan yang didapatnya, setahun Yati mengalami kesulitan berjalan.
"Ibu Yati mengalami sakit tulang belakang saraf kejepit, sehingga susah berjalan," ucap pemilik Apotek Happy Healthy Farma dan Klinik Happy Healthy, tersebut.
Yati sudah pernah berobat di Rumah Sakit Pamanukan Medical Center (PMC), namun karena sulit berjalan, sehingga akses untuk berobat terhenti. Untuk itu, diharapkan ke depannya bisa berlanjut untuk berobat.
"Peluang sembuh masih besar. Untuk itu, kita berharap ibu Yati melanjutkan pengobatan supaya bisa sembuh," tukasnya.(dan/ded)
