Disdikbud Subang Perkuat Program Gizi dan Perlindungan Anak Usia Dini

PASUNDANEKSPRES.ID – Disdikbud Subang terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini melalui program pemenuhan gizi, perlindungan anak, serta penguatan peran guru dan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, dan berkualitas.
Kepala Bidang PAUD Disdikbud Kabupaten Subang Nunik Handayani mengatakan salah satu program yang terus didorong adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak yang terdata mengalami stunting. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi sekaligus membantu proses tumbuh kembang anak selama mengikuti pendidikan di satuan PAUD.
"Untuk PMT, sasaran kita adalah anak-anak yang terdata mengalami stunting. Sebelumnya ada pemberian susu dan biskuit dari dinas untuk anak-anak yang menjadi sasaran," ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Karena itu, pihak sekolah didorong ikut berperan dalam pemenuhan kebutuhan makanan tambahan sesuai kemampuan masing-masing. Pada pelaksanaan sebelumnya, sekitar 500 anak menjadi sasaran program PMT. Disdikbud juga menilai kolaborasi dengan berbagai instansi menjadi langkah penting agar penanganan masalah gizi anak dapat berjalan lebih optimal.
Disdikbud Subang Memperkuat Upaya Perlindungan Anak Dari Kekerasan
Selain pemenuhan gizi, Disdikbud Subang juga memperkuat upaya perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, serta gangguan kesehatan mental. Menurut Nunik, anak usia dini sangat mudah menerima pengaruh dari lingkungan, termasuk kondisi yang terjadi di dalam keluarga. Karena itu, guru dituntut mampu mengenali perubahan perilaku anak sekaligus membangun komunikasi yang baik agar berbagai persoalan dapat diketahui sejak dini.
Upaya pencegahan kekerasan juga dilakukan melalui sosialisasi dan penguatan kapasitas guru. Anak-anak dikenalkan sejak dini mengenai bagian tubuh yang bersifat pribadi, batasan dalam berinteraksi, serta keberanian untuk menyampaikan apabila mengalami perlakuan yang tidak semestinya. Disdikbud juga terus mendorong koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk bidang kesehatan dan perlindungan anak, karena persoalan tumbuh kembang anak tidak dapat ditangani oleh sektor pendidikan semata.
"Anak-anak usia dini sangat mudah menerima apa yang mereka lihat dari lingkungan. Karena itu, guru dan orang tua harus bersama-sama memberikan pendampingan agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan psikologisnya," pungkasnya.(znl/ysp)
