Fakta demi Fakta Terungkap Saat Dedi Mulyadi Temui Tersangka Pengeroyokan Terduga Maling di Subang

SUBANG – Fakta demi fakta terungkap saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu langsung dengan sejumlah warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap terduga pencurian sepeda motor hingga meninggal dunia di Kabupaten Subang.
Pertemuan tersebut membuka tabir kronologi kejadian yang selama ini hanya beredar dari cerita ke cerita. Di hadapan Dedi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) para tersangka mengakui secara terbuka peran masing-masing saat amukan massa tak terkendali.
Dalam dialog itu, KDM secara langsung menanyakan tindakan apa saja yang dilakukan para warga ketika emosi memuncak. Tanpa berkelit, mereka mengakui ikut melakukan kekerasan terhadap korban.
“Ada yang mukul wajah, ada yang menendang,” ujar Dedi menirukan pengakuan para tersangka, Minggu (8/2/2026).
Fakta paling ironis terungkap ketika diketahui bahwa salah satu tersangka merupakan pemilik sepeda motor yang dicuri. Rasa marah dan emosi sesaat membuatnya ikut terlibat dalam pemukulan terhadap terduga pelaku pencurian, yang pada akhirnya berujung pada kematian korban.
Kasus ini kemudian bergulir ke ranah hukum. Polisi menetapkan para warga tersebut sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Meski tidak dilakukan penahanan, status hukum mereka tetap melekat dan para tersangka diwajibkan menjalani wajib lapor.
Dedi Mulyadi menilai peristiwa ini sebagai pelajaran pahit bagi masyarakat, tentang bahaya tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, kemarahan yang tidak dikendalikan dalam hitungan menit dapat berubah menjadi masalah hukum yang membayangi seumur hidup.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat, agar keadilan tidak berubah menjadi tragedi baru yang merugikan banyak pihak
