Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jaga Suplai Air, Pemdes Cigugur Bersama Petani Bangun Tambak Limpas

D
Dadan RamdanEditor: Asep
|19:30 WIB
Bagikan:
Jaga Suplai Air, Pemdes Cigugur Bersama Petani Bangun Tambak Limpas
Para petani bersama Pemdes Cigugur saat membuat Tambak Limpas di Kali Sewo untuk mengairi area sawah sekitar 100 hektar di Blok Lodong, Minggu (5/7/2026).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID-Seiring intensitas hujan yang rendah, musim tanam kedua tahun ini suplai air mulai menurun. Di sejumlah titik area pertanian di Kabupaten Subang sudah mengalami kekeringan. Petani pun memanfaatkan sumur pantek menggunakan mesin sedot berbahan bakar bensin juga gas melon 3 kg. 

Mensiasati kondisi itu Pemerintah Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, melakukan antisipasi dampak kekeringan dengan membuat tambak limpas, agar air bisa menyuplai area pertanian.

Pembuatan tambak limpas yang diinisiasi oleh Kepala Desa Cigugur ini merupakan langkah taktis yang sangat efektif untuk menyimpan cadangan air komunal, mencegah tanah kekeringan, dan memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.

Mengoptimalisasi Suplai Air

Kepala Desa Cigugur H.Carnaka menyampaikan, dengan dibuatnya tambak limpas di saluran Kali Sewo ini guna mengoptimalisasi suplai air dan sebagai upaya pemerintah desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian warganya. 

"Melihat situasi dan kebutuhan yang krusial kami (pemdes) bersama petani dan warga melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan Tambak Limpas di aliran Kali Sewo. Ini merupakan upaya kami bersama petani untuk mengantisipasi dampak kekeringan," ujar  H.Carnaka kepada Pasundan Ekspres, Minggu (05/7/2026).

Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya berharap pembuatan Tambak Limpas yang dilakukan pemerintah desa bersama petani ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bisa meningkatkan ketersediaan air untuk 100 hektar areal pesawahan yang ada di Blok Lodong, Blok Sewo dan Blok Jarak desa Cigugur Kaler. 

"Karena lahan petani butuh sumber air, sedangkan pasokan air sangat sedikit maka kami melakukan pembuatan penampungan air, yang nantinya insyaAllah bisa mengairi ratusan hektar tanaman padi," kata H.Carnaka.

Langkah strategis yang dilakukan oleh Kepala Desa Cigugur dengan membuat Tambak Limpas ini mendapat apresiasi dari para petani, karena menurut petani kondisi pendangkalan sedimentasi lumpur dari saluran irigasi sangat sulit petani memperoleh pasokan air untuk mengairi ke sawah diwilayah tersebut. 

"Dengan adanya inisiatif dari Pa Kuwu Carnaka, kami para petani sangat berterimakasih dan mengapresiasi, Pa Kuwu bisa membaca kebutuhan petani ditengah kesulitan pasokan air dan serangan hama tikus," tutur seorang petani.(dan/sep)

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga13 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline32 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline52 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle55 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu