KOPRI PC PMII Subang Kolaborasi dengan YLNI dan POPT dalam Gerakan Lingkungan Hidup

PASUNDANEKSPRES.ID - Dalam rangka memperingati Harlah Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) ke-58, KOPRI PC PMII Kabupaten Subang melaksanakan silaturahmi sekaligus menjalin kolaborasi dengan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) Anggasari dan POPT Pertanian Sukasari.
Kegiatan tersebut berlangsung di Saung Pembibitan Mangrove Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, beberapa waktu lalu.
Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi pengurus baru KOPRI PC PMII Kabupaten Subang untuk memperkuat gerakan ekologis serta mendukung program nasional Bulan Menanam.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut mandat kerja sama antara KOPRI PB PMII dan Kementerian Kehutanan RI dalam upaya percepatan rehabilitasi pesisir serta mendukung agenda Zero Carbon 2030.
Melalui pertemuan tersebut, KOPRI PC PMII Kabupaten Subang menegaskan komitmen mereka untuk terlibat aktif dalam program-program lingkungan hidup, khususnya pelestarian ekosistem pesisir di Subang.
Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Subang, Lutfiatul Munawaroh, menyampaikan pihaknya siap berkolaborasi dengan YLNI dalam pelaksanaan Bulan Menanam KOPRI program penanaman mangrove yang melibatkan perempuan muda sebagai garda terdepan.
“Kami ingin memastikan kader perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan. Mangrove adalah salah satu benteng penting bagi ekosistem pesisir Subang,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Dari YLNI, Pembina Yayasan Lingkungan Nusantara Indah menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi lintas sektor tersebut.
“YLNI sejak berdiri berkomitmen memulihkan ekosistem mangrove di Subang. Kami sangat berterima kasih kepada KOPRI PC PMII Kabupaten Subang. Inilah bentuk gotong royong ekologis yang kita butuhkan,” tuturnya.
Sementara itu, POPT Pertanian Kecamatan Sukasari, Risma, menekankan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dan lingkungan hidup.
“Ekosistem pesisir tidak bisa dipisahkan dari sektor pertanian. Keseimbangan antara daratan dan laut harus dijaga bersama. Kami dari POPT siap mendukung dengan pendekatan edukatif dan teknis agar masyarakat memahami hubungan antara tanah, tanaman, dan mangrove,” ungkapnya.
Kolaborasi ini akan berlanjut melalui Program Pemulihan Ekosistem Pesisir Subang (PPEPS) yang mencakup penanaman, pemeliharaan, dan monitoring berkala.
“Semua pihak sepakat bahwa kerja sama lintas sektormahasiswa, lembaga sosial, pemerintah, dan petani menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini,” tambahnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum hadirnya gerakan perempuan yang lebih aktif dalam isu lingkungan hidup di Kabupaten Subang, sekaligus memperkuat peran KOPRI dalam mewujudkan gerakan hijau yang berkelanjutan.(znl/ded)
