Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Limbah Sapi Jadi Pupuk Organik, Demplot Jagung di Subang Kurangi Pupuk Kimia

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|10:04 WIB
Bagikan:
Limbah Sapi Jadi Pupuk Organik, Demplot Jagung di Subang Kurangi Pupuk Kimia
BERSIHKAN LAHAN: Petani lagi membersihkan lahan jagung di Kp Cinengah Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak Subang. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

SUBANG- Hamparan lahan di Kampung Cinengah, Desa Curugrendeng, kini mulai dipenuhi warna hijau. Limbah sapi jadi pupuk organik menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah peternakan untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan. Baru dua minggu sejak masa tanam, bibit-bibit jagung di lokasi tersebut sudah menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dengan daun yang lebar dan segar.

Menariknya, tanaman jagung itu tidak hanya ditanam dengan pola biasa. Lahan tersebut dijadikan demplot atau lahan percontohan penggunaan pupuk organik berbahan limbah cair sapi, sebagai upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk berbahan kimia.

Kegiatan tersebut digagas oleh Endang, yang kini masih menjabat Kepala Desa Sagalaherang Kidul. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan warga sekitar, termasuk pemanfaatan limbah yang diajukan dari PT Agrijaya Prima Sukses (APS) yang mengelola peternakan Sapi di wilayah yang tidak jauh dari lokasi kegiatan penanaman Jagung untuk mendukung pengembangan pertanian organik.

"Dari total lahan sekitar 11 hektare, sebanyak 8 hektare di antaranya mulai dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung. Kegiatan pertanian ini juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dengan melibatkan sekitar 30 tenaga kerja harian atau HOK, dengan upah Rp100 ribu per orang," ucap Endang saat di wawancarai Pasundan Ekspres, Kamis (27/8/2026). 

Menurut Endang, penggunaan pupuk organik dari limbah sapi menjadi salah satu alternatif yang ingin terus dikembangkan karena dinilai mampu membantu petani menekan biaya produksi sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan.

Selain itu, kondisi alam di wilayah tersebut juga menjadi keuntungan tersendiri. Lahan pertanian mendapatkan dukungan sumber air dari aliran Curug Sundan sehingga kebutuhan pengairan relatif lebih mudah dipenuhi. "Untuk masa panen, jagung konsumsi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 90 hari, sedangkan jagung yang dipersiapkan untuk kebutuhan pembibitan membutuhkan waktu kurang lebih 100 hari," jelasnya. 

Potensi hasilnya pun cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan, tanaman jagung pakan diproyeksikan dapat menghasilkan sekitar 25 ton. Sementara untuk kebutuhan pembibitan, hasilnya berkisar antara 6 hingga 7 ton per hektare.

Salah seorang petani yang bekerja, Mang Ajat, turut melihat langsung perkembangan tanaman jagung di lahan percontohan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan tanaman yang baru berusia dua minggu itu cukup menggembirakan. "Baru dua minggu sudah terlihat tumbuh bagus, daunnya juga lebar. Mudah-mudahan hasilnya nanti sesuai harapan dan bisa menjadi contoh bagi petani lainnya," ujarnya.

Demplot ini diharapkan bukan sekadar menjadi lahan menanam jagung, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi petani. Dari limbah yang selama ini mungkin dipandang sebelah mata, kini muncul harapan baru untuk menghadirkan pertanian yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin Kampung Cinengah akan memiliki cerita sendiri: dari limbah sapi, tumbuh jagung dan harapan bagi para petani. Bagi petani bagi yang membutuhkan bisa datang ke lokasi Demplot tersebut yang berada di Desa Curugrendeng Kp Cinengah.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang5 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional25 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline29 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional42 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang46 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang50 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu