Syuting Film di Subang “Sisa Waktu Senja” Ini Reaksi Warga Net yang Ikut Bereaksi

SUBANG - Aktivitas syuting film layar lebar berjudul Sisa Waktu Senja sukses mencuri perhatian publik saat proses pengambilan gambar dilakukan di SMA Negeri 1 Subang, Minggu (1/3/2026). Tak hanya menarik perhatian warga sekitar, momen tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Instagram.
Film ini merupakan kolaborasi rumah produksi Seev Entertainment, MariPro, dan Langit Pictures Indonesia, dengan arahan sutradara Husni Ramdan. Sejumlah lokasi ikonik di Kabupaten Subang dipilih sebagai latar, yang digadang-gadang akan menjadi etalase keindahan alam sekaligus potensi daerah di mata penonton nasional.
Mengusung tagline “Senja selalu hadir, dan setiap orang punya caranya sendiri untuk bertahan sebelum matahari terbenam,” film ini mengangkat kisah tentang relasi manusia dengan waktu serta perjuangan hidup di fase paling rentan.
Deretan aktor ternama turut memperkuat proyek ini. Keisya Levronka dan Kiesha Alvaro dipercaya sebagai pemeran utama, didukung aktor senior seperti Nugie, Dhea Ananda, Dennis Adhiswara, Jarwo Kwat, hingga Ebel Cobra.
Antusiasme publik juga tercermin dari reaksi warganet di Instagram. Pada unggahan akun stefanypnjtn, salah satu komentar berbunyi, “Wuidihhh almamater sapa nihhh,” yang menunjukkan kebanggaan warganet melihat sekolahnya menjadi lokasi syuting film layar lebar.
Sementara itu, akun chachabaim_5450 turut menuliskan komentar, “Oh yg kmrn shooting di SMAN 1 dan flut UMKM ya,” yang menyoroti keterlibatan lingkungan sekolah serta potensi UMKM lokal dalam proses produksi film tersebut.
Pemilihan Subang sebagai lokasi syuting dinilai strategis karena memiliki lanskap alam yang beragam, suasana kota yang khas, serta kekayaan potensi ekonomi kreatif. Kehadiran Sisa Waktu Senja pun diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana promosi pariwisata dan UMKM daerah.
Jika sesuai rencana, film ini diproyeksikan menjadi salah satu karya yang paling dinanti, sekaligus bukti bahwa daerah memiliki daya tarik kuat sebagai panggung industri perfilman Indonesia.
