YLNI Tanam 7.500 Mangrove di Anggasari Subang, Peringati Hari Aksi Iklim Internasional

PASUNDANEKSPRES.ID - Dalam rangka memperingati Hari Aksi Iklim Internasional, Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) menginisiasi kegiatan penanaman 7.500 bibit mangrove di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari.
Kegiatan yang berlangsung sejak 15 hingga 25 Oktober 2025 ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan pemerintah daerah. Penanaman dilakukan di area PTS dan anak petak 21, dengan jarak sekitar 500 meter hingga 2 kilometer dari bibir pantai.
Pendiri YLNI, Endra Priyatna, mengatakan aksi ini merupakan upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap perubahan iklim.
“Kami melakukan pemulihan ekosistem mangrove sejauh 500 meter hingga 2 kilometer dari garis pantai dalam rangka Hari Aksi Iklim 2025,” ujar Endra kepada Pasundan Ekspres.
Penanaman ribuan bibit mangrove tersebut terlaksana berkat dukungan PT Pertamina EP Subang, PT Global Dairi Alami Subang, dan PT Supreme Plastic Solution Subang. Atas partisipasi aktifnya, YLNI memberikan penghargaan kepada ketiga perusahaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan.
Pejabat Fungsional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, Cece Rahman, mengapresiasi langkah YLNI yang dinilai mampu menggerakkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Penting bagi Pemda untuk mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena kami membutuhkan komunitas peduli lingkungan seperti YLNI,” ujarnya.
Cece menambahkan, aksi penanaman mangrove menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga dan memulihkan kondisi lingkungan di Kabupaten Subang.
“Kondisi lingkungan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Gerakan seperti ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menjaga kelestarian alam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Anggasari, Sukendi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ikut serta menjaga lingkungan di Desa Anggasari. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan ekosistem pesisir,” tutur Sukendi.
Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari kampanye global mitigasi perubahan iklim sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Subang.(fsh/ded)
