Akses Jalan Menuju Kampus Politeknik Negeri Subang Terendam Luapan Sungai Cipunagara

PASUNDANEKSPRES - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Subang sejak dini hari hingga pagi tadi mengakibatkan akses utama menuju Kampus Cibogo Politeknik Negeri Subang (POLSUB) terhambat, Kamis (29/01/2026). Luapan anak Sungai Cipunagara yang melintasi jalur tersebut menyebabkan banjir setinggi betis orang dewasa, sehingga memutus mobilitas sivitas akademika dan masyarakat sekitar.
Kenaikan volume air mulai signifikan menjelang siang hari, tepat saat aktivitas perkantoran dan perkuliahan tengah berlangsung. Arus air yang cukup deras membuat kendaraan roda dua kesulitan melintas, bahkan beberapa sepeda motor milik warga dilaporkan mengalami mogok mesin akibat memaksakan diri menerjang genangan. Kondisi ini memicu antrean kendaraan di kedua sisi jalan karena akses tersebut merupakan jalur utama menuju area kampus.
Merespons situasi tersebut, Direktur POLSUB, Oyok Yudiyanto, segera mengambil kebijakan strategis guna menjamin keamanan seluruh personel. Pihak manajemen memutuskan untuk mengalihkan seluruh kegiatan operasional kantor menjadi bekerja dari rumah (Work from Home/WFH). Langkah ini diambil untuk menghindari risiko sivitas akademika terjebak banjir jika debit air terus meningkat seiring cuaca yang tidak menentu.
"Kepada Bapak dan Ibu yang berada di Kampus Cibogo, agar kita tidak terjebak banjir, pekerjaan kita lanjutkan di rumah. Kita terapkan WFH siang ini," ujar Oyok Yudiyanto saat memberikan instruksi resmi kepada jajarannya. Kebijakan ini disambut baik mengingat kekhawatiran akan akses keluar kampus yang bisa tertutup total jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hanya kendaraan roda empat dengan ground clearance tinggi yang masih relatif aman untuk melintas. Aditya Nugraha, salah satu dosen POLSUB, mengonfirmasi bahwa kendaraan roda dua hampir tidak memungkinkan untuk melewati titik luapan. Ia menyebutkan bahwa salah satu motor bebek milik warga sempat tertahan dan mengalami kendala teknis saat mencoba menyeberang.
Guna menjaga ketertiban, personel keamanan (security) disiagakan di titik banjir untuk memandu proses evakuasi keluar kampus. Petugas mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri jika merasa ragu dengan kedalaman air. "Hati-hati bagi yang mau lewat. Kalau tidak bisa menyeberang jangan dipaksakan, lebih baik menunggu air surut," ungkap salah satu petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Situasi diharapkan dapat segera membaik seiring dengan penurunan intensitas hujan di hulu sungai. Manajemen POLSUB terus memantau perkembangan debit air dan kondisi infrastruktur jalan agar kegiatan akademik dapat kembali berjalan normal pada esok hari. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan evaluasi drainase di sekitar area kampus guna mengantisipasi cuaca ekstrem di masa mendatang.(ysp)
