Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Aktivis Jawa Barat Suarakan Krisis Lingkungan Lewat Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:00 WIB
Bagikan:
Aktivis Jawa Barat Suarakan Krisis Lingkungan Lewat Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda
LINGKUNGAN:Ratusan aktivis lingkungan dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat berfoto bersama usai mengikuti sarasehan Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda di Gedung Negara Kabupaten Sumedang.

PASUNDANEKSPRES.ID - Ratusan aktivis lingkungan dan budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat menyuarakan kegelisahan atas krisis lingkungan yang kian meluas melalui kegiatan Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda, sebuah sarasehan awal tahun yang digelar di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Sabtu (24/1/2026).

Sedikitnya 250 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas pegiat lingkungan, budayawan, akademisi, politisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Sumedang, Subang, Garut, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Indramayu, Banten, hingga DKI Jakarta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldilla, mewakili Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama dan sempat menyambut panitia serta peserta pada Jumat malam (23/1/2026), namun berhalangan hadir pada hari pelaksanaan karena agenda kedinasan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman yang juga dijadwalkan menjadi pembicara sentral, batal hadir lantaran harus menangani bencana alam di wilayah Bandung Barat.

Sarasehan ini diprakarsai oleh aktivis lingkungan dari Subang dan Garut, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah. Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Subang Urip Soeprianto atau Bos Urip, yang menjadi sponsor utama kegiatan.

Ketua Pokja Alam dan Budaya Cimanuk–Cipunagara, Muhammad Amin Muhyidin atau Jhon, menyebutkan isu utama yang dibahas meliputi kondisi gunung, mata air, dan sungai yang dinilai semakin terancam.

“Gunung, mata air, dan sungai adalah penentu kehidupan manusia. Jika hutan rusak dan sungai tercemar, dampaknya pasti kembali kepada manusia,” ujarnya.

Menurutnya, eksploitasi alam yang tidak terkendali, alih fungsi lahan, serta lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama memburuknya kondisi lingkungan. Karena itu, diperlukan gerakan bersama lintas daerah dan lintas sektor untuk memulihkan kesadaran masyarakat dalam menjaga alam.

“Kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur yang mengajarkan bahwa alam harus dirawat, bukan dieksploitasi,” katanya.

Panitia pelaksana sekaligus budayawan asal Garut, Ki Maher, menambahkan bahwa kerusakan lingkungan tidak terlepas dari lunturnya nilai budaya.

“Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem adalah tanda rusaknya ekologi. Alam dan budaya itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, Gunem Alam dan Budaya Tatar Sunda tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga gerakan kesadaran berkelanjutan. Ke depan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai daerah di Jawa Barat.

“Ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga alam demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya. (rls/hdi)

Berita Terbaru

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline12 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional12 menit lalu
Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Headline32 menit lalu
Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Nasional34 menit lalu
ADVERTISEMENT
Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Olahraga54 menit lalu
Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini11 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat13 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta13 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang13 jam lalu
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta13 jam lalu