Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

PASUNDANEKSPRES.ID - Keterlibatan anak muda dalam kehidupan daerah membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan dan berdiskusi. Hal tersebut dibahas dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan bersama Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKB, Zaenal Mutaqin, yang menyoroti pentingnya ruang publik anak muda Subang.
Dalam perbincangan tersebut, Zaenal turut membahas posisi generasi muda dalam politik. Menurutnya, politik berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat karena kebijakan yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terlepas dari proses politik.
Ia menilai orang yang memiliki visi untuk membangun daerah perlu ikut terlibat dalam politik. Bagi generasi muda, keterlibatan tersebut tidak hanya berkaitan soal menjadi pemilih, tetapi juga memahami proses politik dan mengambil bagian di dalamnya.
Zaenal juga berbicara mengenai tantangan yang dihadapi anak muda ketika masuk ke dunia politik, termasuk saat berada di lembaga legislatif. Salah satu hal mendasar yang ia sebut adalah kemauan untuk terus belajar.
Menurut Zaenal, situasi politik terus berubah sehingga anak muda yang terlibat di dalamnya perlu mampu menyesuaikan diri dan memahami kebijakan yang sedang dibahas. Pengetahuan tersebut dibutuhkan agar keterlibatan generasi muda tidak berhenti pada faktor usia.
Ruang Publik Anak Muda Subang
Dalam podcast tersebut, Zaenal menyebut anak muda membutuhkan “oksigen ruang publik” untuk mengekspresikan diri. Ia mengatakan ruang publik tersebut diperlukan agar generasi muda mempunyai kesempatan untuk menyampaikan pemikiran dan menunjukkan gagasannya.
“Persoalan anak muda hari ini itu butuh sebetulnya adalah butuh oksigen ruang publik. Butuh ruang publik sebagai oksigen untuk bisa mereka mengekspresikan diri,” ujar Zaenal dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan.
Menurutnya, ruang publik tidak harus selalu berupa tempat khusus. Forum diskusi, kegiatan komunitas, hingga podcast dapat menjadi wadah untuk membuka percakapan mengenai berbagai isu.
Beberapa bentuk kegiatan yang dapat mengisi ruang tersebut antara lain:
- diskusi mengenai persoalan daerah;
- penyampaian gagasan dan pendapat;
- kegiatan komunitas;
- pembahasan kebijakan publik;
- forum yang mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang.
Zaenal juga menyinggung kebiasaan anak muda menggunakan media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram, dan X. Menurutnya, platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas percakapan, termasuk ketika membahas politik dan persoalan yang terjadi di daerah.
Ia menilai forum seperti podcast dapat menjadi salah satu ruang untuk mendialogkan politik secara lebih dekat.
Pembahasan politik tidak harus selalu berlangsung dalam forum resmi, tetapi dapat dikemas melalui percakapan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Anak Muda Tidak Hanya Jadi Objek Politik
Salah satu gagasan yang disampaikan Zaenal adalah perlunya menempatkan anak muda sebagai subjek politik. Artinya, generasi muda tidak hanya dilihat sebagai kelompok yang menjadi sasaran kegiatan politik atau pemilih, tetapi ikut memahami dan terlibat dalam kehidupan politik.
Ia juga menyebut pentingnya pendidikan politik di kalangan muda. Menurut Zaenal, politisi muda dan partai politik memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman serta mendorong generasi muda agar tidak apatis.
"Anggota DPRD muda itu harus menunjukkan keteladanan sehingga anak-anak muda tidak lagi apatis," ujar Zaenal.
Dalam podcast itu, Zaenal turut menyampaikan pandangannya mengenai jumlah pemilih muda. Ia menyebut berdasarkan data yang dibacanya, sekitar 60–70 persen pemilih di Subang pada 2029 merupakan kelompok usia 17 sampai 40 tahun.
Angka tersebut merupakan pernyataan Zaenal dalam podcast dan sumber data yang dimaksud tidak dijelaskan lebih lanjut dalam kutipan yang tersedia.
Pembicaraan kemudian menyentuh persoalan pengangguran yang turut berkaitan dengan kehidupan anak muda. Isu pekerjaan, pendidikan, keterampilan, serta kesempatan berkembang dapat menjadi bahan diskusi yang relevan dalam ruang publik.
Keberadaan ruang untuk berbicara akhirnya tidak hanya berkaitan soal tempat berkumpul. Ada kesempatan bagi anak muda untuk menyampaikan pengalaman, membicarakan persoalan, dan mengenal isu daerah secara lebih dekat.
Melalui pembahasan dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan, Zaenal menempatkan ruang publik sebagai salah satu kebutuhan yang dapat mendukung keterlibatan generasi muda.
Ruang publik anak muda Subang pun dapat diisi melalui berbagai forum yang membuka kesempatan untuk berdiskusi, belajar, dan menyampaikan gagasan.
(pm)
