Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anggota DPRD Ingatkan Pemda Fokus Penanganan Banjir Jangka Panjang di Subang

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:52 WIB
Bagikan:
Anggota DPRD Ingatkan Pemda Fokus Penanganan Banjir Jangka Panjang di Subang
EVAKUASI BANJIR: Petugas saat melakukan evakuasi korban banjir Pamanukan Subang, beberapa waktu lalu. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Anggota DPRD Kabupaten Subang, Albert Anggara Putra mengingatkan pemerintah daerah harus tetap fokus pada langkah strategis dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan banjir jangka panjang.

Menurut Albert, aspirasi masyarakat soal pembangunan embung merupakan hal yang wajar dan perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, wilayah Pantai Utara Subang selama ini kerap terdampak banjir musiman yang menimbulkan kerugian bagi warga maupun petani.

“Aspirasi masyarakat terkait embung tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Embung memang salah satu solusi untuk pengendalian air, tetapi penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” terangnya kepada Pasundan Ekspres.

Ia menjelaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu program, melainkan harus terintegrasi mulai dari normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, hingga pengelolaan tata ruang yang tepat.

Albert juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada program jangka pendek, melainkan menyusun perencanaan jangka panjang yang mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan di wilayah Pantura.

“Pemerintah daerah harus tetap fokus pada strategi jangka panjang. Embung penting, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir yang terpadu, bukan berdiri sendiri,” jelasnya.

Selain untuk pengendalian banjir, Albert menilai embung juga memiliki manfaat besar bagi sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Ia pun berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait agar rencana pembangunan embung maupun program penanganan banjir lainnya dapat segera direalisasikan.

“Harapannya, ada koordinasi yang kuat agar solusi yang dihasilkan benar-benar berdampak bagi masyarakat, khususnya di wilayah Pantura yang selama ini paling rentan terdampak banjir,” jelasnya.

---
Pembangunan Embung Pantura Subang Masih Dikaji
Sebelumnya, warga Pantura Subang kembali mempertanyakan realisasi pembangunan embung yang hingga kini belum juga terwujud. Warga Kecamatan Pamanukan, Asep Maulana, menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap rencana pembangunan embung yang dinilainya hanya sebatas wacana.

Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu warga sudah diberikan harapan, namun hingga kini belum ada realisasi nyata.

“Sebetulnya pembangunan embung di Pantura Subang ini sudah banyak memberi harapan palsu terhadap warga.

Dari tahun 2019 sampai 2022 sudah digadang-gadang akan segera dibuat, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada juga,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Minggu (1/2/2026).

Dia menyebut, pembangunan embung seharusnya menjadi skala prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, mengingat wilayah Pantura Subang sering dilanda jika musim hujan tiba.

Dengan adanya embung, lanjut Asep, pasokan air yang mengalir ke wilayah utara bisa ditekan sehingga potensi banjir dapat diminimalisir.

“Kalau embung itu dibangun, minimal bisa mengurangi debit air yang langsung mengalir ke Pantura. Dampaknya tentu bisa menekan risiko banjir yang hampir tiap tahun terjadi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Asep menambahkan, keberadaan embung juga sangat dibutuhkan oleh para petani, terutama saat musim kemarau.

Air yang tertampung di embung dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah sehingga mengurangi beban petani ketika pasokan air menipis.

“Embung ini bukan hanya soal banjir, tapi juga menyangkut keberlangsungan pertanian. Saat kemarau, petani sangat terbantu karena masih ada cadangan air,” ucapnya.

Asep pun mendorong pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan embung di wilayah Pantura Subang dan tidak sekadar menjadikannya janji atau wacana semata.

“Intinya, embung di Pantura harus segera dibangun. Jangan hanya jadi harapan palsu atau sekadar hiasan dan bumbu perencanaan. Ini kebutuhan mutlak untuk mengurangi banjir dan membantu para petani,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang masih mengkaji rencana pembangunan embung di wilayah Pantura sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir.

Bupati Reynaldy mengatakan, terkait rencana pembangunan embung, prosesnya masih menunggu hasil kajian teknis dari dinas terkait.

Ia menyebut, jika lahan yang digunakan masih sama dengan rencana sebelumnya, pembangunan bisa dipercepat tanpa perlu penyusunan detail engineering design (DED) baru.

“Kalau tanahnya masih menggunakan tanah yang lama, tidak perlu DED baru. Kita bisa langsung eksekusi. Ini saya juga sedang menunggu laporan dari dinas terkait untuk melihat kajiannya seperti apa,” jelasnya.

Bupati Subang menegaskan, selain embung, normalisasi sungai justru menjadi kebutuhan paling mendesak di kawasan tersebut.

“Nanti kita usahakan untuk bisa dibangunkan embung di Pantura. Tapi sebenarnya bukan cuma embung, bagaimana sungai-sungai yang ada di sini bisa dinormalisasi itu yang paling penting,” ujar Reynaldy kepada Pasundan Ekspres saat meninjau wilayah terdampak banjir, belum lama ini. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Link Pengumuman Hasil Seleksi Maganghub Batch 2 Angkatan II, Ini Cara Ceknya

Link Pengumuman Hasil Seleksi Maganghub Batch 2 Angkatan II, Ini Cara Ceknya

Nasional5 menit lalu
DPRD Purwakarta Soroti Dugaan Pemalsuan SLHS, Dinas Kesehatan Diminta Memperketat Proses Penerbitan Dokumen,

DPRD Purwakarta Soroti Dugaan Pemalsuan SLHS, Dinas Kesehatan Diminta Memperketat Proses Penerbitan Dokumen,

Headline57 menit lalu
Tips Lolos Interview Kerja Pabrik Subang, Dijamin Berhasil!

Tips Lolos Interview Kerja Pabrik Subang, Dijamin Berhasil!

Lifestyle57 menit lalu
Bupati Minta 165 Desa Jaga Kondusivitas Dalam Momentum Pilkades Serentak di Subang

Bupati Minta 165 Desa Jaga Kondusivitas Dalam Momentum Pilkades Serentak di Subang

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Anggota DPRD Zennieta Frara Dorong Program Pemberdayaan Perempuan

Anggota DPRD Zennieta Frara Dorong Program Pemberdayaan Perempuan

Subang1 jam lalu
Diskanak Pastikan Nihil Kasus Rabies di Purwakarta

Diskanak Pastikan Nihil Kasus Rabies di Purwakarta

Purwakarta1 jam lalu
Camat Purwakarta Pastikan Layanan Kesehatan di Puskesmas Berlangsung Optimal

Camat Purwakarta Pastikan Layanan Kesehatan di Puskesmas Berlangsung Optimal

Purwakarta1 jam lalu
Ampetra Segera Deklarasi, Bawa Misi Advokasi dan Edukasi Warga

Ampetra Segera Deklarasi, Bawa Misi Advokasi dan Edukasi Warga

Purwakarta1 jam lalu
KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, Cari Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Nasional1 jam lalu
Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Apa Saja Dokumen untuk Melamar Kerja di Pabrik? Ini Syaratnya

Lifestyle2 jam lalu