Anggota DPRD Jabar Andhika Surya Gumilar Dorong SMK Cetak Lulusan Kompeten

PASUNDANEKSPRES.ID - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Andhika Surya Gumilar, mengajak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak lulusan yang kompeten agar mampu terserap dunia industri.
Menurut Andhika, keberadaan SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap menghadapi kebutuhan pasar kerja. Namun hingga saat ini, masih tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK menjadi perhatian serius karena adanya ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri.
“SMK harus menjadi solusi dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Karena itu kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan harus benar-benar diperkuat,” ucap Andhika Surya Gumilar pada Jumat (24/4/2026).
Abdhika menilai kurikulum SMK harus terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan sektor industri perlu diperkuat agar siswa mendapatkan keterampilan yang relevan, sesuai perkembangan teknologi, dan langsung dibutuhkan pasar kerja.
“Kolaborasi dengan industri sangat penting. Jangan sampai lulusan SMK punya ijazah, tapi keterampilannya tidak sesuai kebutuhan lapangan kerja,” katanya.
Selain kurikulum, Andhika juga menyoroti masih minimnya sarana dan prasarana praktik di sejumlah SMK. Ia mendorong pemerintah melakukan revitalisasi Ruang Praktik Siswa (RPS) sesuai standar industri, terutama pada tahun anggaran 2026 hingga 2027.
Menurutnya, fasilitas praktik yang memadai akan membantu siswa memahami dunia kerja secara nyata, bukan hanya teori di ruang kelas.
“Peralatan praktik harus mengikuti perkembangan industri. Kalau alat di sekolah tertinggal, siswa akan kesulitan bersaing setelah lulus,” tegasnya.
Andhika juga mendorong SMK menerapkan metode pembelajaran teaching factory, yaitu sistem belajar berbasis proses produksi nyata. Dengan pola ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terlibat langsung dalam simulasi kerja dan proses produksi seperti di perusahaan.
Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan keterampilan teknis, disiplin kerja, serta pengalaman lapangan sebelum siswa lulus.
Andhika Surya Gumilar Berharap Siswa Dibekali Sertifikat Keahlian
Selain itu, Andhika menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK. Ia berharap para siswa dibekali sertifikat keahlian yang diakui industri agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi saat melamar pekerjaan.
“Sertifikat kompetensi menjadi bukti kemampuan. Ini penting agar lulusan SMK punya kepercayaan diri dan diakui dunia industri,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan ketenagakerjaan, Andhika Surya Gumilarberharap SMK di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Subang, mampu menjadi pusat lahirnya generasi muda produktif yang siap kerja maupun siap berwirausaha.
Ia juga menilai kawasan industri yang terus berkembang di Jawa Barat harus dimanfaatkan sebagai peluang besar bagi lulusan SMK lokal.
“Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi tenaga kerja lokal tertinggal. Anak-anak kita harus jadi pelaku utama di daerah sendiri,” pungkas Andhika Surya Gumilar.(hdi/ysp)
