Banjir di Pantura, Dinkes Subang Catat 1.500 Pengungsi Keluhkan Berbagai Penyakit

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir di wilayah Pantura Subang, tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga berdampak pada kondisi kesehatan para pengungsi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat, sejak awal penanganan banjir hingga Jumat (30/1/2026), lebih dari 1.500 pengungsi telah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat berbagai keluhan penyakit.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Anang menyampaikan, lonjakan jumlah pengungsi yang membutuhkan layanan medis terjadi signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, hanya dalam satu hari, jumlah pengungsi yang dilayani petugas kesehatan menembus angka 500 orang.
“Untuk hari ini saja, Jumat (30/1), pelayanan kesehatan pengungsi yang sudah kita layani itu sudah di atas 500 orang. Tersebar di Kecamatan Pamanukan, Pusakanagara, Legonkulon, dan Ciasem,” terangnya.
Secara akumulatif, kata Anang, sejak pelayanan kesehatan mulai dilakukan pada 23 Januari 2026, jumlah pengungsi yang mendapatkan penanganan medis terus bertambah.
“Dari tanggal 23 Januari sampai hari ini, total pengungsi yang kita layani sudah di atas 1.500 orang,” katanya.
Anang menjelaskan, keluhan kesehatan yang dialami para pengungsi umumnya merupakan penyakit yang kerap muncul di lokasi terdampak banjir.
Keluhan terbanyak antara lain gatal-gatal akibat terpapar air kotor, sakit kepala, nyeri ulu hati, serta gangguan lambung.
“Rata-rata keluhannya gatal-gatal karena air yang kotor, kemudian nyeri ulu hati, sakit lambung, dan sakit kepala. Ini keluhan yang paling sering dialami pengungsi,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang pun mengimbau para pengungsi untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di tempat pengungsian.
Anang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola makan yang baik, serta memastikan asupan makanan tercukupi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
“Kami mengimbau pengungsi untuk senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, menerapkan pola makan yang baik, dan tetap makan dengan cukup,” tutupnya. (cdp/ysp)
